Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Gempur Titik Api Karhutla: 52 Pesawat Gabungan Dikerahkan ke Sumatra dan Kalimantan

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 22 Agustus 2026 · 16:482 menit baca
Gempur Titik Api Karhutla: 52 Pesawat Gabungan Dikerahkan ke Sumatra dan Kalimantan
Pesawat angkut ringan TNI Angkatan Udara berwarna kamuflase hijau terparkir di landasan pacu bersiap untuk operasi penanggulangan karhutla. (Dok. BPMI SetPres)

Pemerintah mengintensifkan operasi udara berskala masif untuk memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengerahkan total 52 pesawat tempur api ke enam provinsi rawan di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Pengerahan armada gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Udara (AU) ini merupakan respons taktis guna menekan eskalasi titik api sekaligus mencegah ancaman krisis kabut asap, Jumat (21/08/26).

Berdasarkan laporan terkini dari Kepala BNPB Suharyanto, operasi udara saat ini difokuskan pada enam provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi. Keenam wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Landa Sejumlah Daerah, BNPB Laporkan Puluhan Hektare Hutan dan Lahan Terbakar
Baca Juga

Landa Sejumlah Daerah, BNPB Laporkan Puluhan Hektare Hutan dan Lahan Terbakar

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kekuatan udara akan terus ditambah seiring dengan dinamika yang terjadi di lapangan. Pada Jumat siang, TNI AU kembali melepas armada tambahan untuk mempertebal garis pertahanan udara di Pulau Borneo.

“Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan,” ungkap Seskab Teddy melalui keterangan tertulisnya.

Terkait distribusi kekuatan, armada udara disebar secara proporsional dengan menyesuaikan tingkat keparahan titik api di dua pulau utama tersebut.

“Dari jumlah tersebut, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat di wilayah Sumatera,” lanjut Teddy menegaskan rincian penempatan armada.

Armada yang bersiaga di Kalimantan dan Sumatra tidak hanya bertugas melakukan pemantauan pasif.

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Yang Terus Memburuk
Baca Juga

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Yang Terus Memburuk

Pesawat dan helikopter tersebut secara aktif mengeksekusi taktik ganda, mulai dari patroli udara, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memancing hujan buatan, hingga serangan langsung ke pusat api melalui teknik water bombing.

Sepanjang Kamis hingga Jumat (20–21 Agustus 2026), operasi water bombing telah berjalan intensif.

Armada BNPB dan TNI secara beruntun menggempur titik-titik karhutla yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi meluasnya karhutla, TNI AU juga telah menyiagakan sejumlah pesawat cadangan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pasukan udara ini berstatus standby dan siap diterbangkan sewaktu-waktu menyesuaikan instruksi BNPB dan eskalasi situasi di lapangan.

Manuver udara lintas instansi ini bukan sekadar upaya pemadaman, melainkan langkah strategis pemerintah dalam memitigasi dampak turunan karhutla.

BNPB Laporkan Maraknya Karhutla dan Banjir pada Awal Oktober 2026
Baca Juga

BNPB Laporkan Maraknya Karhutla dan Banjir pada Awal Oktober 2026

Prioritas utama dari operasi ini adalah menekan volume kabut asap beracun yang mengancam kesehatan pernapasan warga, serta melindungi kelestarian ekosistem di wilayah terdampak.

(Hendrawan)