Sab, 22/08/26 · 15.24.34
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Di Tengah Kepungan Kabut Asap Karhutla Kalbar, Pemuda Flobamora Turun ke Jalan Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 22 Agustus 2026 · 20:452 menit baca
Di Tengah Kepungan Kabut Asap Karhutla Kalbar, Pemuda Flobamora Turun ke Jalan Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Aksi solidaritas penggalangan dana oleh Pemuda Flobamora di persimpangan jalan Kota Pontianak untuk korban gempa NTT. (Dok. Hendra/Nusantara Post)

Di tengah kepungan kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat, nyala solidaritas kemanusiaan tidak lantas padam. Puluhan pemuda yang tergabung dalam organisasi Pemuda Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor) Kota Pontianak memilih turun langsung ke jalan untuk menggalang dana bagi para korban bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (22/8/2026) sore.

Ancaman penurunan kualitas udara akibat kabut asap karhutla yang menyelimuti wilayah Kalimantan Barat tidak menyurutkan niat para relawan. Aksi sosial ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Jumat hingga Minggu.

Meski warga Pontianak sendiri tengah berhadapan langsung dengan pekatnya asap karhutla, para pemuda lintas latar belakang ini justru menunjukkan empati tinggi tanpa sekat kedaerahan dengan berdiri di tengah hiruk-pikuk persimpangan lampu merah Kota Baru.

Ketua Pemuda Flobamora Pontianak, David Naikefi, mengungkapkan bahwa pergerakan ini murni didorong oleh panggilan moral kemanusiaan untuk meringankan beban saudara setanah kelahiran yang tertimpa musibah di NTT.

Profil Eddo Susanto: Sekwil PSI Kalbar sekaligus Pebisnis Kratom Viral karena Kecelakaan dan Temuan Pod ‘Getar’
Baca Juga

Profil Eddo Susanto: Sekwil PSI Kalbar sekaligus Pebisnis Kratom Viral karena Kecelakaan dan Temuan Pod ‘Getar’

“Ini kami melakukan aksi penggalangan dana dari organisasi kami, Pemuda Flobamora Pontianak, untuk keluarga atau saudara kami yang terkena musibah di NTT, tepatnya di Flores. Penggalangan dana ini mulai dari hari Jumat kemarin sampai hari Minggu nanti,” ujar David di sela-sela aksi.

David menjelaskan bahwa aksi di kawasan lampu merah Kota Baru tersebut digerakkan oleh elemen pemuda yang sangat majemuk.

Kelompok gabungan ini tidak hanya diisi oleh perantau asal Flores, Sumba, Alor, dan Timor, tetapi juga melibatkan warga peranakan, warga lokal asli, hingga rekan-rekan dari Papua.

Jumlah relawan yang turun ke lapangan bergerak dinamis setiap harinya demi memaksimalkan perolehan bantuan dari para pengendara:

TNI AU dan Pemprov DKI Salurkan Logistik Darurat untuk Penyintas Gempa NTT
Baca Juga

TNI AU dan Pemprov DKI Salurkan Logistik Darurat untuk Penyintas Gempa NTT

  • Relawan yang berpartisipasi aktif turun ke jalan mencapai lebih dari 50 orang pada saat puncaknya.
  • Respon dari masyarakat pengguna jalan di Pontianak terpantau sangat positif dan menyambut baik aksi kepedulian ini.

Demi menjaga akuntabilitas, dana yang terkumpul rencananya akan disalurkan melalui lembaga keagamaan seperti gereja dan masjid agar bantuan dapat segera sampai tepat sasaran kepada keluarga korban di NTT.

Selain menggalang bantuan swadaya, David juga menyampaikan desakan tajam kepada pemerintah agar segera memberikan respons cepat dan nyata dalam penanganan darurat pascabencana di Flores.

Bantuan tersebut diharapkan mencakup rehabilitasi bangunan yang roboh hingga pemenuhan pasokan logistik dasar bagi warga terdampak.

“Harapan saya untuk pemerintah terkait musibah di NTT Flores, segeralah membantu masyarakat di sana. Support perbaikan bangunan-bangunan yang roboh, serta bantu penuhi sembako dan kebutuhan sehari-hari yang mereka gunakan dan makan. Tolong segera dibantu dan dialokasikan kepada saudara-saudara yang terkena musibah di sana,” pungkas David.

(Hendra)