Nama Sekretaris Wilayah (Sekwil) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalimantan Barat, Eddo Susanto, mendadak menjadi sorotan publik luas menyusul insiden kecelakaan lalu lintas serta temuan perangkat pod yang diduga sebagai pod ‘getar’ di dalam mobil mewah miliknya.
Di tengah diskursus dan sorotan yang mengarah kepadanya pasca temua pod yang diduga mengandung zat terlarang oleh warga di lokasi kecelakaan dan proses pendalaman oleh kepolisian, figur pengusaha muda ini ternyata menyimpan rekam jejak perjalanan bisnis yang cukup mentereng di Pontianak.
Sebagaimana diungkapkan oleh salah seorang orang dekatnya, latar belakang keterlibatan Eddo di panggung politik dan jejaring bisnis tidak lepas dari relasi yang telah dibangunnya sejak lama.
“Kenapa dia di PSI? Karena Pak Haji Robi (Ketua DPW PSI) itu juga salah satu investor Eddo lah di awal, entah investor resmi atau engga intinya ada ikut bantu nalangkan modal dulu. Eddo termasuk yang rajin ngurus urusan organisasi kratom kesana-kemari kalau di Pontianak ini, termasuk urusan ketemu-ketemu dengan Zulkifli Hasan dulu pas waktu masih jaman Pak Jokowi presiden, termasuk orang muda yang sukseslah dia ni,” ungkap sumber tersebut, Sabtu (22/8).
Baca Juga Polisi Dalami Temuan Pod ‘Getar’ Milik Sekretaris PSI Kalbar
Jauh sebelum masuk ke gelanggang politik praktis dan didapuk sebagai orang nomor dua di jajaran pimpinan DPW PSI Kalbar, pria berusia 34 tahun ini memang dikenal luas di kalangan pebisnis lokal sebagai salah satu pemain besar dalam industri pengolahan dan ekspor daun kratom di Bumi Khatulistiwa.
Ia juga menambahkan, “Eddo ini salah satu pemain lama di dunia bisnis kratom Kalbar, yang punya Borneo World Kratom.”
Jatuh Bangun Merintis Usaha: Dari Warnet hingga Raksasa Kratom
Perjalanan bisnis Eddo tidak dibangun dalam semalam. Pada tahun 2013, ia memulai langkah awalnya di dunia usaha dengan mendirikan warung internet (warnet) khusus game PC. Usaha tersebut sempat berjalan mulus dan memiliki puluhan unit komputer yang beroperasi.
Namun, seiring berjalannya waktu, pergeseran teknologi di mana game online bisa diakses lewat smartphone membuat bisnis warnetnya perlahan sepi pengunjung hingga akhirnya gulung tikar.
Baca Juga Mobil Mewah Sekretaris PSI Kalbar Tabrak Pemotor di Pontianak, Diduga dalam Pengaruh Pod ‘Getar’
Titik balik kehidupan Eddo terjadi pada tahun 2016. Memanfaatkan ruko yang berada tepat di samping bekas warnetnya yang kebetulan menjual daun kratom, ia mulai melirik komoditas herbal tersebut secara autodidak.
Ia mulai mempelajari teknik pengolahan, menjalin jaringan langsung dengan petani di Kapuas Hulu, hingga memasarkannya lewat media sosial, khsusunya facebook.
Kerja kerasnya berbuah manis pada April 2017 ketika ia sukses mengirimkan perdana 25 kg bubuk kratom ke Amerika Serikat dengan harga waktu itu berkisar US$40 per kilogram. Dari transaksi perdana tersebut, pintu gerbang pasar ekspor internasional terbuka lebar.
Membangun Borneo World Kratom dan Standar Ekspor Internasional
Melalui bendera perusahaan Borneo World Kratom (BWK), skala bisnis Eddo berkembang pesat hingga menjadi salah satu pemain dominan di sektor pengolahan kratom Kalbar. Ia memiliki pelanggan tetap di Amerika Serikat dan rutin melakukan pengiriman skala besar setiap bulannya.
Dengan volume ekspor tersebut, omzet kotor dari bisnis yang dikelolanya ditaksir menyentuh angka hingga Rp17 miliar per bulan. Ia membangun rantai pasok dari hulu ke hilir secara mandiri:
- Menggandeng pengusaha lokal dari wilayah Kapuas Hulu, untuk pasokan daun berkualitas.
- Membangun fasilitas green house serta pabrik pengolahan berskala besar di Pontianak.
- Mendatangkan mesin-mesin pengolahan khusus langsung dari China dan mempekerjakan sekitar banyak pegawai di lini pengemasan dan penunjang produksi.
- Menerapkan kontrol kualitas ketat sesuai standar internasional Good Manufacturing Practice (GMP) yang disyaratkan di Amerika Serikat.
Selain memimpin perusahaannya, Eddo juga aktif di organisasi industri komoditas dengan menjabat sebagai pengurus Asosiasi Petani Purik Indonesia (Appuri) Kalbar yang diketuai oleh Ibraham.
Baca Juga Di Tengah Kepungan Kabut Asap Karhutla Kalbar, Pemuda Flobamora Turun ke Jalan Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Relasi bisnis serta keterlibatannya dalam berbagai urusan tata niaga kratom membuat namanya kerap dilibatkan dalam forum-forum strategis tingkat tinggi.
Langkah Mulus ke Panggung Politik yang Kini Diuji
Langkah Eddo menyeberang ke gelanggang politik terbilang mulus ketika ia resmi dilantik sebagai Sekretaris Wilayah DPW PSI Kalimantan Barat pada 13 Desember 2025 lalu, mendampingi Ketua DPW PSI Kalbar Robi Susandi.
Kendati sukses meniti karier sebagai pengusaha muda dan tokoh politik, roda nasib kini membawanya ke dalam pusaran kontroversi. Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil mewahnya serta temuan barang mencurigakan berupa pod yang diduga kuat mengandung zat terlarang tersebut di dalam kendaraan kini tengah didalami secara intensif oleh Unit Gakkum Satlantas bersama Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalbar, menjadikan posisinya sebagai sorotan utama publik saat ini.
(Toni)