Penanganan darurat bencana kebakaran yang melanda Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, memasuki hari ketujuh, Senin (6/7/2026). Otoritas penanggulangan bencana melaporkan progres pemadaman kumulatif baru mencapai 45 persen dari total luas lahan terbakar yang membentang hingga 14 hektare.
Guna mempercepat proses lokalisasi bara api, sebanyak 300 personel gabungan dari unsur darat dan udara dikerahkan ke titik pembuangan akhir sampah domestik tersebut. Karakteristik tumpukan material yang terbakar membutuhkan penanganan khusus karena menyerupai perilaku kebakaran lahan gambut, di mana bara api bersembunyi di bawah permukaan dan memicu kepulan asap pekat.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa metode pemadaman konvensional dari permukaan tidak cukup untuk memutus siklus api.
“Upaya pemadaman kebakaran lahan TPA ini membutuhkan penanganan khusus karena jenis lahan menyerupai lahan gambut dimana api tidak berada di permukaan namun membara di dalam tumpukan sampah. Upaya pemadaman dilakukan dengan berbagai metode. Satgas darat melakukan penyemprotan untuk api di permukaan juga injeksi untuk api di bawah permukaan. Satgas udara water bombing menjangkau dari atas,” ujar Djohan Darmawan rincinya.


