Sen, 06/07/26 · 07.48.29
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Gelar Hari Doa Nasional di IKN, Pimpinan Delapan Aras Gereja Soroti Pembangunan Lembaga Negara

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Senin, 6 Juli 2026 · 12:173 menit baca
Gelar Hari Doa Nasional di IKN, Pimpinan Delapan Aras Gereja Soroti Pembangunan Lembaga Negara
Pimpinan delapan aras gereja dan FUKRI menggelar penutupan Hari Doa Nasional V Tahun 2026 di KIPP IKN, dihadiri Basuki Hadimuljono. (Dok. Humas OIKN)

Koridor pusat pemerintahan baru menjadi titik temu konsolidasi spiritual lintas wilayah dalam menyikapi transisi kelembagaan negara. Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) menggelar puncak penutupan Hari Doa Nasional (HDN) V Tahun 2026 langsung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Minggu (5/7/2026).

Langkah penempatan lokasi ini disebut sebagai catatan sejarah baru bagi organisasi keagamaan di tengah percepatan realisasi infrastruktur fisik pusat kekuasaan. Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut diikuti sekitar 700 peserta dari berbagai daerah, setelah sebelumnya dibuka di BSSC Dome Balikpapan dengan Gereja Bethany of Favour sebagai tuan rumah.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) sekaligus pimpinan FUKRI, Tommy O. Lengkong, menyatakan momentum ini bertepatan dengan fase krusial penataan regulasi di ibu kota baru.

“Kegiatan Hari Doa Nasional yang menghadirkan pimpinan dari delapan aras gereja di IKN adalah suatu sejarah. Bersama ratusan peserta yang hadir langsung maupun melalui live streaming di seluruh pelosok dalam dan luar negeri, kita berdoa bersama-sama. Ini juga suatu sejarah bagi FUKRI, di tengah IKN yang sedang giat dalam pembangunan legislatif dan yudikatif. Hari ini kita di sini berdoa untuk bangsa dan negara Indonesia serta para pemimpinnya,” ujar Tommy O. Lengkong dalam khotbahnya.

Sabet Penghargaan Internasional di Malaysia, Plaza Seremoni IKN Perkuat Posisi Kota Hutan Berkelanjutan
Baca Juga

Sabet Penghargaan Internasional di Malaysia, Plaza Seremoni IKN Perkuat Posisi Kota Hutan Berkelanjutan

Gaungkan Pesan dari Wilayah Perbatasan dan Pasifik
Aktivitas keagamaan ini juga dimanfaatkan untuk menyuarakan pemerataan perhatian dari koridor timur Indonesia hingga jejaring global. Bupati Tolikara, William Wandik, yang hadir bersama rombongan rohaniawan dari Papua Barat dan Papua, menilai wilayah geografis KIPP merupakan lokasi strategis untuk menyuarakan tuntutan pembangunan yang inklusif.

“Di sini sentralnya Nusantara, jantungnya Nusantara. Dari sini kita harus gaungkan doa dan pengharapan untuk bangsa. Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus mendoakan IKN, mendoakan Nusantara, dan mendoakan Indonesia,” ungkap William Wandik.

Sentimen serupa disampaikan oleh Marcel Kanon, Pendeta Gereja Bethany Nusantara House of Restoration Kota Auckland, Selandia Baru. Ia menegaskan keterlibatan diaspora dalam memantau dinamika domestik secara spiritual.

Otorita IKN dan Kementerian HAM Jajaki Konsep Human Rights City di Sepaku
Baca Juga

Otorita IKN dan Kementerian HAM Jajaki Konsep Human Rights City di Sepaku

“Indonesia butuh doa. IKN butuh doa. Seluruh Indonesia, dari Papua sampai Aceh, butuh didoakan. Dalam rangka itulah kami datang ke sini untuk puncak Hari Doa Nasional,” sebut Marcel Kanon.

Komitmen Reforestasi dan Respons Otoritas
Ketua Umum Panitia HDN 2026, Fanny Jossy Kusumo, menambahkan bahwa perjalanan ke kawasan hulu ini merupakan bagian dari penguatan konsolidasi internal organisasi dalam menyikapi keberagaman sosiologis.

“Kita telah melewati empat hari perjalanan. Kita mulai dari BSSC Dome Balikpapan, kemudian mendengar firman Tuhan. Bagi kami, ini bukan perpindahan tempat, ini adalah membangun iman. Di tempat ini, kita membuktikan ketika semua bergandengan tangan, semua akan indah pada waktunya. Kita dipersatukan untuk mengasihi Tuhan, itulah Hari Doa Nasional. Kita dipersatukan karena adanya perbedaan,” kata Fanny Jossy Kusumo.

Selain agenda ritual, panitia melakukan penanaman pohon di area Miniatur Hutan Hujan Tropis KIPP Nusantara. Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menjelaskan bahwa tata ruang ibu kota dibatasi guna menekan risiko kerusakan ekologis Pulau Kalimantan.

“Inilah IKN, kami hanya membangun sekitar 20 persen saja. Sebagian besar kawasan ini kami kembalikan melalui reforestasi sebagai hutan asli wilayah Kalimantan Timur, atau kita sebut juga rewilding Nusantara,” jelas Troy Pantouw.

Otorita IKN Integrasikan Rencana Induk Pembangunan Pura Nusantara
Baca Juga

Otorita IKN Integrasikan Rencana Induk Pembangunan Pura Nusantara

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang hadir memantau jalannya acara, menyampaikan apresiasi atas penunjukan kawasan otoritasnya sebagai pusat konsolidasi keagamaan nasional tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan bersyukur karena FUKRI memilih IKN sebagai tempat penutupan. Bagi kami, apa pun yang kita kerjakan, sekeras apa pun, kalau tanpa alas doa, pekerjaan itu akan kurang bermakna. Dengan alas doa, pekerjaan kita berhubungan dengan Tuhan, sehingga pekerjaan ini bernilai ibadah,” pungkas Basuki Hadimuljono.

(Dayank Ana)