Sab, 04/07/26 · 04.07.42
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Dampak IKN, Ekonomi Penajam Paser Utara Melesat 19,9 Persen

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 4 Juli 2026 · 09:212 menit baca
Dampak IKN, Ekonomi Penajam Paser Utara Melesat 19,9 Persen
Kajian OIKN Tahap I mencatat pertumbuhan ekonomi Penajam Paser Utara meroket 19,9 persen imbas konstruksi dan investasi infrastruktur IKN. (Dok. Humas OIKN)

Kajian dampak ekonomi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Tahap I periode 2022–2024 mencatatkan akselerasi pertumbuhan signifikan pada wilayah lokal. Data domestik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meroket hingga 19,9 persen, menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Timur.

Secara makro regional, Provinsi Kalimantan Timur juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,7 persen lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Pulau Kalimantan.

Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, memaparkan bahwa indikator performa pembangunan kawasan baru ini bertumpu pada kemampuan stimulus fiskal proyek dalam menggerakkan rantai pasok riil dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal.

“Keberhasilan IKN diukur bukan hanya jumlah gedung, tetapi dampak ekonomi, seberapa besar ekonomi itu tumbuh, dan bagaimana manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Mia Amalia dalam forum diskusi teoretis makro di Nusantara, Jumat (3/7/2026).

Ekonomi Penajam Paser Utara Tumbuh 19,9 Persen, Tertinggi se-Kalimantan Timur Imbas Pembangunan IKN
Baca Juga

Ekonomi Penajam Paser Utara Tumbuh 19,9 Persen, Tertinggi se-Kalimantan Timur Imbas Pembangunan IKN

Berdasarkan struktur data produk domestik regional bruto (PDRB), konsentrasi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Penajam Paser Utara digerakkan secara dominan oleh komponen belanja pemerintah (government spending) dan lonjakan arus investasi modal. Sektor konstruksi kini bergeser menjadi salah satu pilar penggerak utama dalam pembentukan postur ekonomi wilayah inti tersebut.

Aliran Logistik dan Skenario Transisi Sektor Ekstraktif
Dampak rambatan (spillover effect) dari pembangunan infrastruktur ini dilaporkan mulai mengalir ke wilayah sekitar melalui peningkatan kebutuhan barang, jasa, rantai logistik perkotaan, penyediaan akomodasi, sektor transportasi, serta aktivitas perdagangan. Hubungan antardaerah ini mulai membentuk keterkaitan ekonomi sektoral antara kawasan inti dengan daerah penyangga di Kalimantan Timur.

Pada perencanaan jangka panjang, pemerintah memproyeksikan tambahan PDRB akan terus meningkat pada pelaksanaan pembangunan IKN Tahap II. Akselerasi ini dinilai krusial bagi Kalimantan Timur yang sedang berupaya melakukan transformasi struktur ekonomi, bergeser dari ketergantungan pada sektor ekstraktif pertambangan menuju sektor industri produktif yang bernilai tambah tinggi.

Beban IKN Jebolkan Kuota BBM di Penajam Paser Utara, DPRD Desak Tambah Pasokan dan Bentuk Satgas
Baca Juga

Beban IKN Jebolkan Kuota BBM di Penajam Paser Utara, DPRD Desak Tambah Pasokan dan Bentuk Satgas

Formulasi mitigasi pasca-konstruksi diarahkan pada penguatan kapasitas tenaga kerja lokal, integrasi pelaku usaha daerah, dan optimalisasi konsep Superhub Ekonomi Nusantara (SEN). Konsep jaringan ekonomi ini mengintegrasikan simpul komersial antara IKN, Kota Balikpapan, dan Kota Samarinda sebagai pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

(Dayank Ana)