Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Tim Gabungan PT HKI, BKSDA, dan YIARI Evakuasi Orangutan Terluka Parah Yang Tersesat di Area Perkebunan

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 17 Oktober 2026 · 15:522 menit baca
Tim Gabungan PT HKI, BKSDA, dan YIARI Evakuasi Orangutan Terluka Parah Yang Tersesat di Area Perkebunan
Tim gabungan BKSDA Kalbar, YIARI, dan PT HKI berhasil mengevakuasi seekor orangutan jantan yang terluka parah akibat sabetan benda tajam di Ketapang. (Dok. HKI)

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat (BKSDA Kalbar), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), dan PT Hutan Ketapang Industri (PT HKI) berhasil mengevakuasi seekor orangutan jantan yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah luka tajam di tubuhnya. Satwa dilindungi itu diamankan di areal Blok Karet dalam konsesi PT HKI, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Jumat (16/10/2026).

Operasi penyelamatan darurat ini merupakan tindak lanjut atas laporan warga yang memergoki pergerakan satwa melintas dari arah perkebunan kelapa sawit masyarakat menuju kawasan konsesi perusahaan pada Selasa (13/10/2026). Berdasarkan analisis awal, primata malang tersebut diduga kuat keluar dari kawasan Hutan Lindung  Sungai Tengar yang beririsan langsung dengan lanskap perkebunan warga dan konsesi industri.

Asisten Environment & Biodiversity PT HKI, Novri W. Baraa, menyatakan bahwa pihaknya langsung mengerahkan tim internal untuk melacak posisi satwa begitu laporan diterima guna memastikan keselamatan orangutan sekaligus mempermudah koordinasi lintas instansi.

Polda Kalbar Gelar Curhat Kamtibmas dan Pengobatan Gratis di Saigon Pontianak
Baca Juga

Polda Kalbar Gelar Curhat Kamtibmas dan Pengobatan Gratis di Saigon Pontianak

“Sejak menerima informasi oleh masyarakat Selasa, 13 Oktober 2026, tim kami langsung melakukan pengecekan lapangan dan pemantauan melalui udara menggunakan drone di sekitar Blok Karet yang berbatasan dengan perkebunan kelapa sawit masyarakat. Pemantauan secara berkelanjutan kami lakukan sejak Rabu hingga Jumat untuk mengetahui pergerakan dan memastikan keberadaan orangutan tetap terpantau, sehingga memudahkan koordinasi dengan BKSDA Kalbar dan YIARI dalam pelaksanaan penyelamatan,” jelas Novri.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala BKSDA Kalbar Murlan Dameria Pane bersama tim Seksi KSDA Wilayah I Ketapang turun langsung melakukan verifikasi lapangan pada Kamis (15/10/2026). Mengingat situasi mendesak, BKSDA langsung menggandeng tim medis satwa YIARI untuk bergerak ke lokasi.

Pada Jumat pagi mulai pukul 06.00 WIB, tim gabungan yang bergerak dari Sungai Awan Kanan berhasil melumpuhkan proses evakuasi secara terukur. Kendati berhasil diamankan, kondisi fisik satwa tersebut memicu keprihatinan mendalam karena ditemukan luka terbuka yang diduga akibat hantaman benda tajam pada bagian wajah dan punggung.

Unit Penyelenggara Pelabuhan Kendawangan Gelar Puncak Harhubnas 2026, Serahkan Bantuan kepada Nelayan
Baca Juga

Unit Penyelenggara Pelabuhan Kendawangan Gelar Puncak Harhubnas 2026, Serahkan Bantuan kepada Nelayan

“Bersama BKSDA Kalbar dan PT HKI, kami telah melakukan evakuasi terhadap satu individu orangutan jantan yang kondisinya cukup memprihatinkan, dengan luka pada bagian wajah dan punggung. Keberadaan satwa ini di areal PT HKI yang terpantau oleh tim Environment & Biodiversity memungkinkan kami untuk segera melakukan koordinasi dan tindakan penyelamatan,” ungkap perwakilan tim YIARI.

Saat ini, orangutan tersebut telah dilarikan ke pusat rehabilitasi YIARI di Sungai Awan Kanan, Ketapang, untuk menjalani rangkaian perawatan medis intensif, pemulihan luka, dan observasi perilaku sebelum nantinya dipersiapkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Kasus ini kembali membuka mata publik akan rentannya koridor satwa liar di tengah tekanan alih fungsi lahan, sekaligus menguji komitmen penegakan hukum terhadap ancaman kekerasan pada satwa dilindungi di Kalimantan Barat.

(Hendrawan)