Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Peristiwa

Koops TNI Habema Gelar Evakuasi Udara Kilat, Selamatkan Warga Sipil dan Guru dari Zona Rawan Mbua

Roska Putra
Roska Putra
Jumat, 18 September 2026 · 15:371 menit baca
Koops TNI Habema Gelar Evakuasi Udara Kilat, Selamatkan Warga Sipil dan Guru dari Zona Rawan Mbua
Prajurit TNI mendampingi warga sipil dan guru saat evakuasi udara di Distrik Mbua. (Dok. Facebook/Joshua Tabuni)

Komando Operasi (Koops) TNI Habema mengeksekusi operasi evakuasi jalur udara bagi warga sipil dari Distrik Mbua menuju Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Kamis (17/9/2026) pagi.

Fokus evakuasi difokuskan pada penyelamatkan Sinta Bilolo—istri almarhum Aris, korban pembunuhan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada 15 September 2026 yang didampingi dua tenaga pendidik SMA, Haryati dan Murni.

Proses ekstraksi berlangsung cepat dan terukur dengan mengerahkan Helly Fennec sebagai pembuka jalur, disusul Helly Bell.

Ground time helikopter di titik kumpul Mbua ditekan seminimal mungkin, yakni sekitar empat hingga enam menit, sebelum armada langsung mengudara kembali ke Kenyam.

Kekejaman OPM di Nduga: Tembak dan Bakar Sopir Angkutan Bersama Kendaraannya
Baca Juga

Kekejaman OPM di Nduga: Tembak dan Bakar Sopir Angkutan Bersama Kendaraannya

Setibanya di Kenyam, rombongan warga sipil tersebut langsung melanjutkan penerbangan aman menuju Wamena menggunakan pesawat Caravan.

Penggunaan moda transportasi udara dipilih guna mengantisipasi tingginya potensi ancaman penghadangan (ambush) di jalur darat.

Taktik ekstraksi kilat ini diterapkan untuk meminimalkan risiko kontak tembak terbuka yang berisiko membahayakan keselamatan warga.

Selain pertimbangan taktis militer, prioritas evakuasi terhadap keluarga korban serta para guru menonjolkan pendekatan human security.

BNPB Rilis Data Bencana Terkini: Karhutla Landa Tiga Provinsi, Nduga Krisis Pangan
Baca Juga

BNPB Rilis Data Bencana Terkini: Karhutla Landa Tiga Provinsi, Nduga Krisis Pangan

Langkah ini menjadi bentuk perlindungan langsung terhadap instrumen pelayanan publik dan urat nadi sosial di daerah rawan konflik.

Operasi evakuasi dilaporkan berjalan aman dan terkendali hingga seluruh rombongan tiba di lokasi tujuan.

(Roska)