Kejutan besar terjadi dalam malam penganugerahan penghargaan sepak bola di Inggris. Juru taktik Coventry City, Frank Lampard, resmi terpilih sebagai Manajer Terbaik LMA 2026 oleh Asosiasi Manajer Liga Inggris.
Legenda Chelsea tersebut secara tak terduga berhasil memenangi pemungutan suara dan mengalahkan nama besar seperti Mikel Arteta, yang baru saja membawa Arsenal merengkuh trofi Premier League musim ini.
Keberhasilan Lampard meraih penghargaan bergengsi Sir Alex Ferguson Trophy ini tidak lepas dari dongeng luar biasa yang diukirnya di kasta kedua. Pelatih berusia 47 tahun itu sukses membawa Coventry City menjuarai divisi Championship musim 2025/2026.
Prestasi tersebut sekaligus memastikan tiket Coventry City promosi otomatis ke Premier League musim depan, mengakhiri penantian panjang klub berjuluk The Sky Blues itu sejak terakhir kali mencicipi kasta tertinggi pada 2001 silam.
Baca Juga Final Liga Champion PSG vs Arsenal, Duel Man to Man di Seluruh Lapangan
Penghargaan yang diraih Lampard terasa sangat masif mengingat daftar nominasi tahun ini diisi oleh deretan peracik strategi kelas dunia.
Selain Mikel Arteta (Arsenal), Lampard sukses mengungguli Pep Guardiola (Manchester City), Unai Emery (Aston Villa), Andoni Iraola (AFC Bournemouth), Keith Andrews (Brentford), Michael Skubala (Lincoln City), hingga Andy Woodman (Bromley).
Dalam gala makan malam yang digelar di London pada Selasa (26/5/2026), penyerahan piala Sir Alex Ferguson Trophy diwakilkan oleh manajer Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel. Sir Alex Ferguson sendiri terpaksa absen dalam acara tersebut karena kondisi kesehatannya yang sedang tidak fit.
Meski absen, mantan manajer legendaris Manchester United itu tetap mengirimkan pesan menyentuh untuk Lampard yang dibacakan langsung oleh Tuchel di atas panggung.
Baca Juga “Bangunkan si Monster”: Ronaldo Bungkam Kritik, Portugal Pesta Gol 5-0
“Kepada Frank, selamat atas penghargaan sebagai Manajer Terbaik LMA tahun ini. Anda patut bangga dengan apa yang telah Anda dan tim Anda capai. Kepribadian Anda sebagai manajer dan pemimpin sangat jelas terlihat dari bagaimana tim Anda bermain dengan hebat musim ini dengan penuh percaya diri dan keyakinan,” tulis Sir Alex Ferguson dalam pesannya.
Sistem penilaian dalam ajang LMA Awards memiliki gengsi tersendiri di kalangan insan sepak bola Inggris. Berbeda dengan penghargaan lain yang kerap didominasi faktor popularitas, pemenang di ajang ini ditentukan murni melalui voting para manajer profesional dari empat divisi teratas liga Inggris.
Oleh karena itu, penilaian tidak melulu berdasarkan jumlah trofi di akhir musim, melainkan komparasi antara keterbatasan finansial klub dengan pencapaian di luar ekspektasi yang mampu dihadirkan sang manajer.
Kendati takhta tertinggi versi LMA jatuh ke tangan Frank Lampard, capaian emas Mikel Arteta musim ini tidak tenggelam begitu saja. Pelatih asal Spanyol tersebut sebelumnya telah dinobatkan sebagai Manajer Terbaik 2026 versi Premier League.
Gelar dari otoritas Premier League itu dinilai sangat layak bagi Arteta setelah ia sukses memutus kutukan dan dahaga juara liga selama 22 tahun bagi publik Emirates Stadium.
Menariknya, persaingan taktik antara Lampard dan Arteta dipastikan akan berlanjut secara langsung di lapangan hijau pada musim depan, saat Coventry City resmi menantang klub-klub raksasa di panggung Premier League.
(Arif)