Sab, 18/07/26 · 03.57.22
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Smart & Green City

Perencanaan IKN Gunakan 24 Indikator Kinerja Terukur

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 13 Mei 2026 · 12:501 menit baca
Perencanaan IKN Gunakan 24 Indikator Kinerja Terukur
Visualisasi kawasan Ibu Kota Nusantara pada malam hari per 1 Januari 2026. Pembangunan IKN menerapkan 8 prinsip pembangunan dan 24 Key Performance Indicators (KPI) guna mewujudkan transformasi infrastruktur terpadu dan bangunan gedung cerdas. (Dok. Humas Otorita IKN)

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengungkapkan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) berpijak pada perencanaan yang terperinci dan pengendalian konsisten di setiap tahapannya. Hal ini disampaikan dalam kuliah tamu di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB pada Jumat, (8/5/2026).

Danis menjelaskan bahwa pemindahan ibu kota dilakukan untuk mengurangi beban Jakarta serta mendorong pemerataan ekonomi antara wilayah barat dan timur Indonesia.

Perencanaan IKN sendiri disusun secara berjenjang melalui rencana induk, peraturan presiden, hingga Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Dalam paparannya, Danis merinci standar yang digunakan dalam proyek ini:

Bupati Penajam Paser Utara Bantah Klaim Otorita IKN Soal Ekonomi Daerahnya Tumbuh 19,9 Persen
Baca Juga

Bupati Penajam Paser Utara Bantah Klaim Otorita IKN Soal Ekonomi Daerahnya Tumbuh 19,9 Persen

  • 8 Prinsip Pembangunan: Menjadi landasan utama pengembangan kawasan.
  • 24 Key Performance Indicators (KPI): Parameter terukur yang mencakup bangunan hijau, gedung cerdas, dan transformasi infrastruktur terpadu.
  • Keterlibatan Publik: Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan.
Danis Hidayat Sumadilaga memberikan materi kuliah tamu IKN di FTSL ITB
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga.

Pada fase awal, pembangunan melibatkan 115 paket konstruksi di dalam kawasan serta berbagai pekerjaan pendukung seperti jalan tol, bendungan, dan jaringan energi. Terkait sosialisasi proyek ini, Danis memberikan pernyataannya:

“Saya ingin memberikan informasi yang lengkap mengenai IKN ini, untuk itu judulnya ada dua yaitu mengenai perencanaan dan juga mengenai pelaksanaan pembangunan,” ujar Danis.

Proses konstruksi tahap awal dijalankan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang kemudian dilanjutkan oleh Otorita IKN dengan melibatkan sektor swasta dan akademisi.

Sebagai penutup, Danis menekankan bahwa pembangunan infrastruktur jangka panjang memerlukan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas. Ia memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa dan akademisi:

Peringati Hari Konservasi, 1.000 Peserta Tanam 1.200 Pohon di Ibu Kota Nusantara
Baca Juga

Peringati Hari Konservasi, 1.000 Peserta Tanam 1.200 Pohon di Ibu Kota Nusantara

“Pintar itu harus, kompetensi itu harus didukung oleh pengalaman, bukan hanya teori. Kemudian integritas harus dijaga, karena tidak cukup hanya kompetensi saja. Dan yang terakhir, kembangkan networking seluas mungkin,” pungkasnya.

(Hendra)