Sen, 10/08/26 · 08.54.26
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

BMKG Deteksi 1.483 Titik Panas di Kalbar, Kepolisian Minta Warga Laporkan Dini Karhutla

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Senin, 10 Agustus 2026 · 13:101 menit baca
BMKG Deteksi 1.483 Titik Panas di Kalbar, Kepolisian Minta Warga Laporkan Dini Karhutla
BMKG catat 1.483 titik panas di Kalbar. Polda Kalbar imbau warga tingkatkan kewaspadaan karhutla, pakai masker, dan segera lapor titik api. (Dok. BMKG)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 1.483 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan 24 jam terakhir, Senin, (10/8/2026).

Lonjakan angka titik panas tersebut dipicu oleh dominasi cuaca panas serta minimnya curah hujan yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara drastis.

Menyikapi peningkatan risiko bencana ekologis tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat meminta warga memperketat pengawasan lingkungan dan tidak membakar lahan secara sembarangan.

Partisipasi aktif masyarakat dibutuhkan untuk memberikan informasi awal jika menemukan kepulan asap agar penanganan tidak terlambat.

Kebakaran Lahan Malam Hari Melanda Desa Garu Landak, Tim Gabungan Sekat Api
Baca Juga

Kebakaran Lahan Malam Hari Melanda Desa Garu Landak, Tim Gabungan Sekat Api

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan. Jika menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat sebelum meluas,” kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Bambang Suharyono, Senin, (10/8/2026).

Ancaman penurunan kualitas udara akibat kabut asap karhutla juga menjadi perhatian serius otoritas keamanan.

Warga, terutama kelompok rentan, disarankan untuk mulai menggunakan alat pelindung diri pernapasan saat beraktivitas di luar rumah.

“Masyarakat dapat menghubungi Call Center 110 Polda Kalbar atau Polres terdekat jika menemukan titik api maupun membutuhkan bantuan kepolisian. Laporan masyarakat sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan sejak dini,” tambah Bambang.

Dampak Kabut Asap, Warga Pontianak Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Baca Juga

Dampak Kabut Asap, Warga Pontianak Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Petugas gabungan di tingkat kabupaten hingga desa terus disiagakan untuk merespons setiap temuan hotspot demi mengantisipasi potensi kebakaran meluas.

(Rudi)