Sen, 10/08/26 · 08.54.44
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Pemprov Kaltara Raih Dukungan Rp471 Miliar dari Pusat untuk Percepat Pemerataan Listrik

Memei
Memei
Senin, 10 Agustus 2026 · 13:052 menit baca
Pemprov Kaltara Raih Dukungan Rp471 Miliar dari Pusat untuk Percepat Pemerataan Listrik
Ilustrasi – Pemprov Kaltara dapat dukungan Rp471 miliar dari Kementerian ESDM untuk percepat pemerataan listrik bagi 7.956 KK dan 60 desa perbatasan. (Dok. Ist)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengakselerasi pemerataan akses listrik di wilayah perbatasan, pedalaman, serta kawasan terpencil yang belum terjangkau jaringan utama, Senin, (10/8/2026).

Pencapaian rasio elektrifikasi tersebut menjadi perhatian menyusul adanya 7.956 kepala keluarga dan 60 desa di Kaltara yang hingga kini belum mendapatkan pasokan listrik secara memadai.

Langkah diplomasi anggaran ditempuh melalui koordinasi langsung antara Pemprov Kaltara dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM di Jakarta.

Tantangan kondisi geografis wilayah perbatasan serta besarnya biaya pembangunan jaringan menjadi poin utama yang dipaparkan untuk menggaet alokasi dana pusat.

Komisi XII DPR Minta Pemerintah Utamakan Pembinaan ketimbang Penindakan Tambang Rakyat
Baca Juga

Komisi XII DPR Minta Pemerintah Utamakan Pembinaan ketimbang Penindakan Tambang Rakyat

“Upaya tersebut mendapat respons positif dari Kementerian ESDM. Pemerintah pusat menyatakan dukungan terhadap percepatan pembangunan kelistrikan di Kaltara melalui tiga program utama dengan total nilai sekitar Rp471 miliar,” kata Kepala Dinas ESDM Kaltara Ferdy Manurun Tanduklangi, Senin, (10/8/2026).

Alokasi dana sebesar Rp471 miliar tersebut diplot untuk perluasan jaringan listrik di 62 titik senilai Rp200 miliar, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di 16 lokasi senilai Rp250 miliar, serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi 3.600 rumah tangga senilai Rp21 miliar.

Khusus tahap pelaksanaan tahun 2026, pengerjaan PLTS Komunal difokuskan pada 11 titik yang mencakup 15 desa, tersebar di Kabupaten Malinau sebanyak 4 titik dan Kabupaten Nunukan sebanyak 7 titik.

Sementara itu, skema perluasan jaringan listrik pada 2026 ditargetkan mampu menjangkau 74 desa di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltara.

Kasus Korupsi Bauksit Kalbar, Eks Wakil Ketua KPK Desak Kejagung Buru Pejabat Pemberi Izin
Baca Juga

Kasus Korupsi Bauksit Kalbar, Eks Wakil Ketua KPK Desak Kejagung Buru Pejabat Pemberi Izin

Kesiapan data penerima manfaat, ketersediaan lahan, hingga kelengkapan perizinan di tingkat daerah diminta untuk diselesaikan sebelum pengerjaan fisik dimulai.

“Kementerian ESDM meminta pemerintah daerah memastikan data penerima manfaat akurat, lokasi kegiatan siap dilaksanakan, serta seluruh perizinan dan dukungan lapangan diselesaikan sejak awal agar tidak menghambat pelaksanaan program,” ujar Ferdy.

Proses pengerjaan program bantuan elektrifikasi ini dijadwalkan berlangsung mulai September 2026 hingga Juli 2027 secara bertahap.

Pemerataan pasokan energi listrik ini diproyeksikan tidak hanya menerangi permukiman warga, melainkan juga menopang aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, serta fasilitas pendidikan di kawasan perbatasan.

“Pemprov Kaltara berkomitmen terus memperluas akses listrik hingga menjangkau seluruh wilayah. Harapannya, tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam menikmati layanan energi yang menjadi kebutuhan dasar,” pungkasnya.

(Memei)