Sen, 13/07/26 · 12.33.26
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Dongkrak Angka IPM, Pemkot Pontianak Sepakati Kerja Sama dengan UNU Kalbar

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Senin, 13 Juli 2026 · 18:022 menit baca
Dongkrak Angka IPM, Pemkot Pontianak Sepakati Kerja Sama dengan UNU Kalbar
Pemkot Pontianak resmi jalin kerja sama Tridarma Perguruan Tinggi dengan UNU Kalbar. Wali Kota Edi Kamtono targetkan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak resmi memperluas kemitraan strategis dengan sektor akademis guna mempercepat akselerasi indikator pembangunan makro daerah. Jajaran eksekutif menyepakati nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat yang difokuskan pada penguatan Tridarma Perguruan Tinggi dan penekanan angka pengangguran terbuka.

Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Kampus UNU Kalimantan Barat, Senin, (13/7/2026).

Otoritas kota memproyeksikan integrasi riset kampus untuk mengintervensi tiga pilar utama Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yakni sektor kualitas pendidikan, derajat kesehatan masyarakat, dan daya beli ekonomi lokal di tingkat tapak.

“Kita meningkatkan kerja sama dengan UNU Kalbar terkait Tridarma Perguruan Tinggi. Kota Pontianak siap bekerja sama di segala bidang sesuai kewenangan dan kebutuhan daerah. Kita secara teknis akan menurunkan MoU ini menjadi kerja sama yang lebih konkret,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Senin.

Timbulan Sampah Tembus 480 Ton Per Hari, Pemkot Pontianak Distribusikan Kendaraan Pengangkut Residu
Baca Juga

Timbulan Sampah Tembus 480 Ton Per Hari, Pemkot Pontianak Distribusikan Kendaraan Pengangkut Residu

Integrasi Sektoral OPD dan Revitalisasi Lulusan di Pasar Kerja
Pascapenandatanganan dokumen hukum tersebut, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak diinstruksikan untuk segera memetakan program sektoral yang dapat dikonversikan menjadi proyek kerja sama teknis.

Selain aspek birokrasi, kerja sama ini ditargetkan mampu memecah sumbatan antara serapan pasar kerja dengan kompetensi lulusan sarjana. Kampus dituntut memformulasikan kurikulum berbasis kewirausahaan dan kajian kebijakan publik yang selaras dengan tantangan industri modern di Kalimantan Barat.

“Peningkatan IPM tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga mencakup kualitas kesehatan dan kemampuan ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, kontribusi perguruan tinggi dibutuhkan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kajian kebijakan publik. Kerja sama juga diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mengatasi persoalan pengangguran. Perguruan tinggi dapat berperan menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja serta mendorong tumbuhnya kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan masyarakat,” urai Edi.

Wajah Kota Jadi Tujuan Liburan, Pemkot Pontianak Wajibkan ASN Rapikan Lingkungan Kerja
Baca Juga

Wajah Kota Jadi Tujuan Liburan, Pemkot Pontianak Wajibkan ASN Rapikan Lingkungan Kerja

Di akhir pernyataannya, Edi menyampaikan poin kepublikan mengenai peran historis organisasi keagamaan dalam menjaga stabilitas sosial dan pemerataan akses pendidikan bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah.

“Terima kasih kepada NU yang terus berperan meningkatkan kualitas keagamaan masyarakat dan pendidikan. Kita berharap kerja sama ini memberikan hasil nyata untuk meningkatkan kualitas masyarakat dan pembangunan Kota Pontianak,” pungkasnya.

(Dayank Ana)