Sen, 13/07/26 · 12.31.50
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Hari Pertama Sekolah di Pontianak, Gerakan Ayah Mengantar Anak Capai 100 Persen

Memei
Memei
Senin, 13 Juli 2026 · 17:512 menit baca
Hari Pertama Sekolah di Pontianak, Gerakan Ayah Mengantar Anak Capai 100 Persen
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono sebut gerakan ayah mengantar anak di Pontianak capai hampir 100 persen pada hari pertama sekolah dan MPLS 2026. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pola pengasuhan anak di lingkungan perkotaan mulai bergeser ke arah keterlibatan gender yang seimbang. Momentum hari pertama masuk sekolah serentak dimanfaatkan oleh ribuan kepala keluarga di Kota Pontianak untuk mendampingi anak-anak mereka memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin, 13 Juli 2026.

Keterlibatan aktif para ayah terlihat mendominasi di sejumlah satuan pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) di koridor jalan protokol maupun wilayah permukiman.

Seorang wali murid kelas 1 SDN 05 Pontianak yang bekerja sebagai sopir, Indra menyatakan, dirinya sengaja meluangkan waktu di sela rutinitas pekerjaan jalanan demi memberikan dukungan psikologis bagi anak pertamanya yang memasuki fase lingkungan baru.

“Senang sih bisa. Karena biasanya saya sibuk, kurang sempat mengantar anak sekolah. Cuma di momen ini alhamdulillah bisa disempatkan. Anak saya bahagia sekali, senang. Bangun pun awal, semangat di hari pertama sekolah,” ujar Indra.

Wajah Kota Jadi Tujuan Liburan, Pemkot Pontianak Wajibkan ASN Rapikan Lingkungan Kerja
Baca Juga

Wajah Kota Jadi Tujuan Liburan, Pemkot Pontianak Wajibkan ASN Rapikan Lingkungan Kerja

Keterlibatan Pengasuhan dan Sinergi Institusi Pendidikan
Kesadaran serupa ditunjukkan oleh Efprizan, orang tua siswa kelas 7 SMPN 1 Pontianak. Ia menerapkan pembagian tugas domestik bersama istrinya untuk memastikan seluruh anaknya terdampingi saat memulai tahun ajaran baru.

“Yang satu baru masuk TK, itu istri yang mengantar. Yang ini, Abi, baru masuk SMP, saya yang mengantar. Jadi berbagi lah. Kalau saya kebetulan fleksibel waktunya, jadi tidak masalah untuk mengantar anak. Karena setiap hari juga saya mengantar anak,” kata Efprizan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan, partisipasi para ayah dalam mengantar anak bukan sekadar bentuk kepatuhan terhadap imbauan pemerintah daerah, melainkan indikator penting kehadiran figur maskulin dalam ekosistem pendidikan anak.

Otoritas kota menilai kehadiran fisik orang tua krusial untuk memvalidasi kelayakan fasilitas, ruang kelas, serta pemetaan mitigasi keamanan di sekitar sekolah.

Realisasi Meleset dari Target, Pemkot Pontianak Desak Perbankan Perluas Akses KUR UMKM
Baca Juga

Realisasi Meleset dari Target, Pemkot Pontianak Desak Perbankan Perluas Akses KUR UMKM

“Hari ini bukan hanya imbauan, tapi juga bagian dari kehadiran ayah dalam pengasuhan. Orang tua bisa melihat langsung lingkungan sekolah, kondisi kelasnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, dan suasana belajarnya seperti apa. Harapan kita ada sinergisitas dan kolaborasi dalam proses belajar mengajar. Sudah disampaikan kepada orang tua murid semuanya. Hari ini hampir 100 persen orang tua murid mengantar anak langsung ke sekolah,” papar Edi Rusdi Kamtono.

Kepala SDN 05 Kecamatan Pontianak Kota Titi Falah mengonfirmasi bahwa respons wali murid terhadap kebijakan kolaboratif ini sangat tinggi, termasuk para pekerja formal yang menyempatkan hadir sebelum jam operasional kantor.

Pihak sekolah menjabarkan bahwa skema MPLS tahun ini akan berlangsung selama lima hari hingga Jumat, dengan memprioritaskan adaptasi psikologis siswa melalui aktivitas non-kognitif.

“Alhamdulillah, mereka menanggapi baik. Mereka mau bekerja sama dengan sekolah. Tadi pagi ramai yang mengantar, termasuk papa. Walaupun bekerja, mereka tetap siap mengantar. MPLS dilaksanakan lima hari. Pagi-pagi mereka ada kegiatan pagi ceria, permainan, dan edukasi juga. Hari Jumat ada unjuk minat bakat,” pungkas Titi Falah.

(Memei)