Sel, 28/07/26 · 06.47.21
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

PM2.5 Mendominasi, Kualitas Udara Pontianak Tenggara Berstatus ‘Sedang’ Pagi Ini

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 28 Juli 2026 · 11:571 menit baca
PM2.5 Mendominasi, Kualitas Udara Pontianak Tenggara Berstatus ‘Sedang’ Pagi Ini
Tampilan laporan ISPUnet kualitas udara Pontianak Tenggara berstatus sedang dengan nilai 89 dan latar belakang suasana jalan raya kota. (Dok. Kolase/NusantaraPost)

Kualitas udara di kawasan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, berada pada kategori ‘Sedang’ setelah Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menyentuh level 89 akibat tingginya konsentrasi polutan mikroskopis Particulate Matter 2.5 (PM2.5), Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan pemantauan real-time melalui sistem ISPUnet terhitung sejak pukul 09.00 WIB, angka 89 menempatkan Kualitas Udara Pontianak berada di zona biru (Sedang).

Kondisi ini mengindikasikan bahwa tingkat polusi belum menembus ambang batas kategori ‘Tidak Sehat’ (zona kuning) yang dimulai pada skala ISPU 101, sehingga aktivitas luar ruang masyarakat belum perlu dibatasi secara masif.

Nihil Hotspot Tapi Udara Tidak Sehat, Pemkot Pontianak Kaji Opsi Meliburkan Sekolah
Baca Juga

Nihil Hotspot Tapi Udara Tidak Sehat, Pemkot Pontianak Kaji Opsi Meliburkan Sekolah

Selain PM2.5 yang menjadi parameter paling kritis, konsentrasi polutan lain terpantau berada pada tingkatan moderat hingga rendah. Parameter PM10 dan Sulfur Dioksida (SO2) masing-masing berada di angka 57, Karbon Monoksida (CO) di angka 7, Nitrogen Dioksida (NO2) di angka 11, serta Ozon (O3) di angka 3. Sementara itu, parameter Hidrokarbon (HC) tercatat nol.

Adapun kondisi cuaca di lokasi pengamatan mencatatkan suhu udara 30 derajat Celsius, kelembapan udara 81 persen, dan tekanan udara sebesar 1.010 mBar.

Meskipun PM2.5 berstatus sebagai parameter kritis, situasi saat ini dipastikan bukan merupakan ancaman langsung bagi aktivitas harian dan sistem peringatan dini mengonfirmasi kondisi kesehatan publik masih dalam batas kewajaran.

“Tingkat kualitas udara masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan,” tulis informasi resmi yang tertera pada laporan pemantauan ISPUnet.

Meski demikian, kelompok rentan seperti lansia, balita, dan penderita gangguan pernapasan diimbau untuk tetap waspada. Mengingat sifat PM2.5 yang sangat fluktuatif serta mudah terpengaruh oleh arah angin maupun aktivitas pembakaran lokal, transisi kualitas udara dari kategori ‘Sedang’ menuju ‘Tidak Sehat’ dapat terjadi sewaktu-waktu.

Lewat SIPEDE, Pemkot Pontianak Dorong Peran Pemuda Jadi Agen Literasi Digital
Baca Juga

Lewat SIPEDE, Pemkot Pontianak Dorong Peran Pemuda Jadi Agen Literasi Digital

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan proaktif memantau indikator ISPU secara berkala melalui aplikasi gawai sebagai langkah mitigasi awal.

(Hendrawan)