Kontingen Kota Pontianak resmi keluar sebagai juara umum dalam Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) II Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Barat 2026. Dominasi perolehan medali tersebut mengukuhkan posisi ibu kota provinsi dalam peta pembinaan olahraga rekreasi regional.
Berdasarkan keputusan resmi panitia penyelenggara nomor 009/FORPROV/II/KORMI/KALBAR/VII/2026, Kota Pontianak memimpin klasemen akhir dengan total 68 medali, terdiri dari 25 emas, 25 perak, dan 18 perunggu.
Posisi kedua ditempati oleh tuan rumah Kota Singkawang yang mengumpulkan total 59 medali (22 emas, 16 perak, 21 perunggu), disusul Kabupaten Kubu Raya di peringkat ketiga dengan raihan 48 medali (18 emas, 17 perak, 13 perunggu).
Upacara penutupan ajang olahraga multieven ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson, yang juga menjabat sebagai Ketua KORMI Kalimantan Barat, di Halaman Mess Daerah Kota Singkawang, Minggu,(12/7/2026) sore.
“Dalam olahraga masyarakat, esensi tertinggi bukan semata-mata kemenangan, melainkan partisipasi, kegembiraan, dan kesehatan. Kita semua adalah pemenang karena telah berhasil menghidupkan semangat olahraga masyarakat di daerah masing-masing,” ujar Harisson dalam pidato penutupannya, Minggu (12/7/2026).

Budaya Olahraga Rekreasi dan Integrasi Sosial Antardaerah
Harisson menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengapresiasi sinergi lintas sektor, termasuk jajaran pengamanan TNI-Polri dan tim medis, yang menjaga kelancaran kompetisi sejak pembukaan.
Sebelum seremonial penutupan, Harisson menyerahkan medali bagi pemenang Kejuaraan Airsoft Brotherhood Unity yang menjadi salah satu induk olahraga pembeda dalam festival tahun ini.
Ketua KORMI Kota Singkawang Mubarak Abdullah Babatin menyatakan, capaian prestasi teknis di lapangan harus diletakkan dalam kerangka memperkuat komunikasi sosial antarkabupaten.
“Siapa pun yang menjadi juara bukanlah persoalan utama. Yang terpenting adalah persahabatan tetap terjalin, silaturahmi terus terjaga, dan dua tahun mendatang kita dapat kembali bertemu dalam semangat yang sama,” tutur Mubarak.
Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti menegaskan bahwa orientasi jangka panjang dari pelaksanaan Forprov ini adalah pembentukan indeks kebugaran masyarakat yang tinggi di Kalimantan Barat, bukan sekadar kecepatan fisik.
“Dalam KORMI, esensi utama bukanlah mencari siapa yang tercepat atau terkuat, melainkan bagaimana kita membangun budaya olahraga untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, bugar, gembira, dan penuh semangat. Semua peserta adalah pemenang yang telah mempererat tali persaudaraan antardaerah,” pungkas Dwi Yanti.
Agenda penutupan ini turut dihadiri oleh Ketua KONI Kalimantan Barat Daud Cino Yordan beserta perwakilan kepala daerah dari 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat.
(Memei)