Sab, 04/07/26 · 09.05.05
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kritisi Pengelolaan Sampah Sintang, IMM Kapuas Raya Desak DLH Benahi Anggaran TPA

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 4 Juli 2026 · 14:382 menit baca
Kritisi Pengelolaan Sampah Sintang, IMM Kapuas Raya Desak DLH Benahi Anggaran TPA
IMM Kapuas Raya melayangkan kritik keras terhadap buruknya pengelolaan sampah TPA Pal 7 dan Taman Bungur ke DLH Sintang. (Dok. IMM Kapuas Raya)

Tata kelola kebersihan dan pengolahan limbah domestik di Kabupaten Sintang memicu kritik tajam akibat keterbatasan alokasi finansial daerah. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang mengakui sistem pengelolaan sampah secara final di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sejauh ini belum berjalan maksimal karena alokasi anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dinilai terlalu kecil.

Krisis tata ruang ekologis dan fasilitas publik ini mencuat dalam audiensi antara Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kapuas Raya dengan jajaran otoritas lingkungan hidup di Aula Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sintang, Kamis (18/6/2026). Selain menyoroti TPA, organisasi mahasiswa tersebut juga memprotes pembiaran tumpukan sampah di destinasi rekreasi Taman Bungur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, mengungkapkan bahwa persoalan di TPA sebetulnya telah lama menjadi bahan evaluasi internal. Namun, ia menyebut mandeknya solusi pengolahan akhir berada pada ranah kebijakan anggaran kepala daerah.

“Sebenarnya permasalahan yang terjadi di TPA sana sudah lama sekali di bahas di DLH ini, namun yang menjadi kendala kami saat ini adalah jumlah anggara APBD untuk pengelolaan sampah yang di letakkan di angka yang sangat kecil. Kami hara pada kebijakan dari bapak Bupati Sintang terkait anggaran ini,” ujar Siti Musrikah merespons kemacetan regulasi tersebut.

IMM Kapuas Raya Gelar Masa Taaraf dan Outbond Mahasiswa di Sintang
Baca Juga

IMM Kapuas Raya Gelar Masa Taaraf dan Outbond Mahasiswa di Sintang

Soroti Tumpukan Sampah Plastik di Koridor Sungai
Kritik mengenai manajemen limbah sebelumnya dilontarkan secara langsung oleh Ketua Umum PC IMM Kapuas Raya, Syahroni Pratama. Ia menilai ketergantungan wilayah Sintang pada satu fasilitas pembuangan tunggal tanpa sistem pemilahan komprehensif berpotensi memicu degradasi lingkungan jangka panjang.

“Sampai saat ini kita semua melihat bahwasannya Sintang hanya memiliki satu tempat TPA yang berlokasi di Pal 7 Sintang. Bahkan ironisnya lagi di TPA saat ini belum ada pengelolaan secara final terkait sampah yang di tampung disana baik itu sampah organik dan nonorganik. Kami harap kedepannya ada pengelolaan lebih lanjut dari semua sampah yang di tampung di TPA,” kata Syahroni Pratama.

Selain persoalan TPA, performa petugas kebersihan lapangan pada pusat keramaian urban turut dipertanyakan. Ketua PC IMM Kapuas Raya Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik, M. Rendi Ikhsan, membeberkan fakta lapangan mengenai buruknya kondisi sanitasi di ruang terbuka hijau yang berbatasan langsung dengan perairan.

Ekspor Kalbar Melonjak 23,4 Persen, Fluktuasi Harga Beras Sintang Jadi Catatan Krisis
Baca Juga

Ekspor Kalbar Melonjak 23,4 Persen, Fluktuasi Harga Beras Sintang Jadi Catatan Krisis

“Beberapa hari yang lalu kami melihat jikalau kebersihan di Taman Bungur masih perlu di perhatikan lebih serius lagi, karena kami melihat banyak sekali daun kering yang berserakan di sekitar halaman taman. Bukan hanya itu, bahkan di pinggiran sungainya banyak sekali sampah plastik yang berserakan,” papar Rendi.

Merespons keluhan tata kelola fasilitas publik tersebut, Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman DLH Sintang, A. M. Deddy Zulverdy, berjanji akan melakukan evaluasi internal terhadap efisiensi kinerja personel kebersihan di kawasan binaan.

“Sebenarnya sudah ada yang ditugaskan untuk membersihkan di bagian Taman Bungur sana. Kedepannya akan kita tegaskan lagi terkait petugas kebersihan disana agar lebih maksimal,” kata Deddy Zulverdy.

(Dayank Ana)