Jum, 21/08/26 · 06.31.15
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kualitas Udara Kubu Raya Tembus Level Berbahaya Jumat Pagi Ini

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 21 Agustus 2026 · 11:392 menit baca
Kualitas Udara Kubu Raya Tembus Level Berbahaya Jumat Pagi Ini
Kualitas udara di Kubu Raya anjlok ke kategori berbahaya pada Jumat pagi dengan PM2.5 capai 357,8 µg/m³ imbas pekatnya kabut asap karhutla. (Dok. TB Polres Kubu Raya)

Ancaman sisa pembakaran hutan dan lahan (karhutla) terbukti masih menyandera ruang hidup warga di penghujung bulan Agustus ini. Pada Jumat (21/8/2026) pagi, kualitas udara di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, anjlok tajam dan resmi menembus kategori ‘Berbahaya’, memaksa masyarakat menghirup partikel polusi beracun tepat di saat jam sibuk memulai aktivitas.

Berdasarkan pemutakhiran data instrumen Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 09.00 WIB, konsentrasi partikel debu halus mikroskopis atau Particulate Matter 2.5 (PM2.5) di Kubu Raya tercatat meroket hingga angka ekstrem 357,8 µg/m³. Indikator peringatan yang memerah pekat hingga menghitam ini menjadi bukti empiris bahwa pesisir pesisir Kalimantan Barat tidak sedang dalam kondisi aman, melainkan tengah berada di episentrum krisis udara.

Fakta tingginya angka polutan di pagi hari ini menegaskan realitas pahit bahwa Kubu Raya belum sepenuhnya terbebas dari jerat kabut asap karhutla. Hilangnya visibilitas jarak pandang akibat selubung putih sejak fajar bukanlah sekadar fenomena embun pagi biasa yang akan menguap oleh matahari, tetapi tumpukan residu pembakaran mematikan yang tak kasatmata dan terjebak di lapisan bawah atmosfer.

Kabut Asap Kepung Bandara Supadio Hingga Menyebabkan Beberapa Penerbangan Tertunda
Baca Juga

Kabut Asap Kepung Bandara Supadio Hingga Menyebabkan Beberapa Penerbangan Tertunda

Merespons anjloknya kualitas udara ke level paling fatal ini, alarm darurat kesehatan publik kembali disuarakan dengan tajam. 

Realitas mencekiknya udara pagi ini dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak. Riski, salah seorang warga Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, mengeluhkan kondisi pernapasannya yang kian terganggu akibat serbuan asap pekat yang bahkan merembes hingga ke ruang tertutup.

“Napas rasanya berat dan perih di dada setiap kali menarik napas pagi ini. Kami di Rasau Jaya seperti dipaksa menghirup racun sisa pembakaran,” ungkap Riski mengeluhkan pekatnya kabut asap.

Di tengah kepungan polusi level ekstrem ini, otoritas pemantau melalui dasbor informasinya telah memampang ikon peringatan pemakaian masker respirator secara gamblang. Masyarakat Kubu Raya tidak disarankan untuk memaksakan diri berolahraga atau melakukan aktivitas fisik di ruang terbuka. Selama siklus api karhutla belum diputus secara sistemik di penjuru Kalbar, udara beracun ini akan terus menjadi teror senyap yang mengancam keselamatan nyawa di sepanjang bulan krusial Agustus.

(Hendrawan)