Min, 02/08/26 · 08.47.34
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Budaya

Sarat Makna Filosofis, Mobil Hias Tanjak Pontianak Curi Perhatian di Pawai MTQ ke-34 Kalbar

Roska Putra
Roska Putra
Minggu, 2 Agustus 2026 · 13:191 menit baca
Sarat Makna Filosofis, Mobil Hias Tanjak Pontianak Curi Perhatian di Pawai MTQ ke-34 Kalbar
Mobil hias berbentuk tanjak khas Melayu milik Kafilah Kota Pontianak melintas di depan panggung kehormatan Pawai MTQ ke-34 Kalbar. (Dok. HO/NusantaraPost)

Kafilah Kota Pontianak menampilkan mobil hias berbentuk tanjak Melayu yang mencuri perhatian publik pada Pawai Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di kawasan Bundaran Tugu Durian, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026).

Bentuk tanjak yang diangkat menjadi ikon utama kendaraan hias tersebut bukan sekadar ornamen budaya Melayu, melainkan membawa pesan filosofis mengenai keteguhan adab, tanggung jawab, serta komitmen dalam membaca dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sekaligus Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menjelaskan, tanjak dipilih karena melambangkan kehormatan, kebijaksanaan, serta keberanian dalam bersikap.

Bukan Sekadar Pemburu Juara, Sekda Amirullah Minta Kafilah Pontianak Jaga Adab di MTQ XXXIV Kalbar
Baca Juga

Bukan Sekadar Pemburu Juara, Sekda Amirullah Minta Kafilah Pontianak Jaga Adab di MTQ XXXIV Kalbar

Dalam konteks MTQ, setiap lekukan tanjak dimaknai sebagai komitmen untuk membaca Al-Qur’an secara tartil dan menjadikannya pedoman hidup.

“Mahkota tanjak ini membawa pesan tentang komitmen membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tanggung jawab kepada Allah SWT, kebijaksanaan dalam bertingkah laku, dan keberanian dalam bersikap,” ujar Amirullah.

Ia menambahkan, keikutsertaan Kota Pontianak dalam ajang pawai ini merupakan momentum penting untuk memperjelas karakter budaya daerah, mempererat ukhuwah islamiyah, serta membakar semangat para peserta sebelum memasuki gelanggang kompetisi.

“Ini ruang silaturahmi dan penyemangat bagi kafilah sebelum mengikuti perlombaan,” katanya.

Melalui perpaduan syiar agama dan identitas budaya daerah tersebut, Amirullah berpesan agar 55 anggota kafilah Kota Pontianak tidak hanya fokus mengejar prestasi juara, tetapi juga menjunjung tinggi adab dan akhlakul karimah selama berada di Kayong Utara.

Kirim 113 Personel ke Kayong Utara, Pontianak Targetkan Juara Umum MTQ Kalbar
Baca Juga

Kirim 113 Personel ke Kayong Utara, Pontianak Targetkan Juara Umum MTQ Kalbar

“Harapan kami, peserta tampil maksimal, menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, dan membawa nama baik Kota Pontianak. Prestasi penting, tetapi akhlak dan adab sebagai peserta MTQ juga harus dijaga,” ungkapnya.

Ia pun berharap partisipasi seluruh anggota kafilah dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kontribusi nyata bagi pembinaan generasi Qur’ani di Kota Pontianak.

“Semoga kafilah Kota Pontianak diberi kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik. Yang paling utama, semoga MTQ ini semakin menguatkan kecintaan kita kepada Al-Qur’an,” pungkasnya.

(roska)