Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produsen kue kering Molila Cookies di Jalan Pelajar, Desa Sungai Ringin, Kabupaten Sekadau, berhasil memperluas kapasitas produksi hingga membuka gerai mandiri usai memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Mikro (KUM) Bank Kalbar, Kamis, (20/8/2026).
Usaha yang dirintis pascadampak pandemi Covid-19 tersebut berfokus pada aneka olahan nastar, kue sultan, kacang goreng, dan bakpia dengan jangkauan pesanan antarkota. Latar belakang perintisan bisnis rumahan tersebut dipaparkan oleh pemilik Molila Cookies, Hartini.
“Dari hikmah Covid kemarin, usaha kita di pasar agak menurun. Jadi kita putar otak, istilahnya. Kita bikin usaha baru dengan merintis kue kering, khususnya nastar. Awalnya sedikit-sedikit, akhirnya semakin banyak,” ujar Hartini, Kamis, (20/8/2026).
Peningkatan pesanan dari luar daerah mendorong kebutuhan alat penunjang produksi baru berupa oven dan mikser berkapasitas besar. Pemanfaatan plafon pembiayaan perbankan daerah sebesar Rp5 juta guna menambah inventaris dapur diuraikan lebih lanjut.
Baca Juga BNPB Salurkan Bantuan Presiden untuk Korban Gempa di Kuwus Manggarai Barat
“Waktu itu kita dibantu Bank Kalbar dengan biaya KUM untuk UMKM. Kita dapat Rp5 juta dan kita beli oven yang lebih besar daripada oven sebelumnya. Karena oven yang kita punya produksinya tidak bisa banyak, sedangkan permintaan sudah mulai meningkat dan ada permintaan kirim ke luar kota,” katanya.
Pengembangan sarana produksi tersebut kini menghasilkan dua unit oven dan tiga unit mikser bervolume 20 liter, yang menopang pembukaan outlet resmi serta penerapan transaksi digital berbasis QRIS. Dampak penambahan sarana mekanik terhadap keberanian ekspansi usaha dijelaskan dalam keterangannya.
“Dari alat-alat, oven dari satu bisa jadi dua. Mixernya dari satu bisa jadi tiga. Alhamdulillah, dengan bantuan alat pada awal mulanya itu, kita semakin berani untuk mengembangkan usaha agar lebih maju,” ujarnya.
Fasilitas gerai baru disiapkan untuk memudahkan pembeli berbelanja produk secara langsung dan nontunai. Kemudahan sistem pembayaran digital bagi pelanggan dipaparkan oleh pelaku usaha tersebut.
Baca Juga HWCI Kalbar Desak Polisi Usut Dugaan Kejahatan Seksual Balita di Sambas
“Sekarang dengan adanya outlet Molila Cookies, masyarakat yang mau belanja, konsumen baru maupun yang sudah lama, tidak harus membawa uang cash. Kita sekarang sudah ada QRIS, jadi pembayarannya bisa ditap melalui QRIS,” tutur Hartini.
Dari sisi standardisasi pangan, produk nastar olahannya telah mengantongi izin edar BPOM dan sertifikat halal resmi. Pentingnya aspek legalitas mutu pangan dalam memberikan jaminan higienis bagi konsumen ditekankan dalam penjelasannya.
“Dengan brand Molila Cookies, nastar yang diproduksi ini sudah memiliki izin BPOM. Kita juga sudah halal, sehingga produknya dijamin higienis dan kehalalannya,” katanya.
Dorongan semangat kepada sesama pelaku usaha mikro binaan perbankan untuk gigih mencari permodalan turut disampaikan.
“Untuk kawan-kawan UMKM, khususnya UMKM Center dan binaan Bank Kalbar, jangan berkecil hati. Seandainya belum mendapatkan bantuan, kita usaha lagi, ajukan lagi. Dari kecil sampai besar kita usahakan, supaya usaha kita bisa lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga Antisipasi Karhutla, Kapolda Kalbar Cek Kesiapan Pasukan dan Sarana Pemadam
Komitmen pembiayaan modal usaha bagi sektor riil dipertegas oleh Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, melalui skema KUM Peduli bebas rentenir serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp500 juta. Peran lembaga intermediasi keuangan daerah dalam mendampingi pelaku usaha ditegaskan oleh pimpinan perbankan tersebut.
“Bank Kalbar akan terus berupaya memberikan layanan perbankan terbaik kepada masyarakat Kalimantan Barat, termasuk melalui pengembangan layanan dan dukungan terhadap aktivitas perekonomian daerah,” kata Rokidi.
Peningkatan status pembiayaan lanjutan dari skema mikro ke tingkat komersial yang lebih luas menjadi target bisnis berikutnya. Target kenaikan skala fasilitas pembiayaan usaha diutarakan oleh pelaku UMKM.
“Saya berharap nanti dari KUM kita bisa naik ke KUR,” ucapnya.

Perluasan jaringan distribusi pemasaran ke seluruh wilayah Kalimantan Barat diproyeksikan seiring peningkatan kapasitas produksi. Rencana ekspansi gerai penjualan ke tingkat regional diutarakan lebih lanjut.
“Harapan saya Molila Cookies bisa berkembang lebih maju, lebih besar. Semoga nanti kita bisa buka outlet selain dari rumah, bisa keluar lagi dan ke luar kabupaten, insyaallah sampai ke provinsi,” katanya.
Baca Juga Hari Jadi ke-78, Polwan Polda Kalbar Salurkan Bantuan Layak Pakai
Sinergi permodalan dan penguatan ekosistem industri kreatif diyakini mampu mengangkat daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. Pentingnya kolaborasi bersama dalam memajukan usaha kecil ditegaskan sebagai penutup.
“Kalau kita saling mendukung, maka UMKM bisa naik kelas,” ujarnya.
(Rudi)