Sel, 28/07/26 · 13.12.08
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Polusi PM2.5 Mendominasi Sore Hari, Kualitas Udara Pontianak dan Kubu Raya Mendekati Level Tidak Sehat

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 28 Juli 2026 · 18:242 menit baca
Polusi PM2.5 Mendominasi Sore Hari, Kualitas Udara Pontianak dan Kubu Raya Mendekati Level Tidak Sehat
Kualitas udara di Pontianak Tenggara dan Kubu Raya terkategori Sedang dengan ISPU 90. Polutan PM2.5 mendominasi di tengah bayang-bayang ancaman karhutla Kalteng/Kalbar. (Dok. Diskominfo Pontianak)

Kualitas udara di Pontianak Tenggara dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, tercatat berada pada level ‘Sedang’ pada Selasa (28/7/2026) sore. Partikel debu mikroskopis Particulate Matter 2.5 (PM2.5) menjadi polutan yang paling mendominasi. Di tengah bayang-bayang musim rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), warga didorong aktif memantau kualitas udara secara real-time dari layar gawai untuk mencegah dampak buruk bagi pernapasan.

Berdasarkan data aplikasi pemantauan ISPUnet pada pukul 16.00 WIB, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di stasiun Pontianak Tenggara menyentuh angka 90. Selain PM2.5 yang menjadi parameter paling kritis, polutan lain juga turut terekam di udara:

  • PM10 & Sulfur Dioksida (SO2): 58
  • Nitrogen Dioksida (NO2): 11
  • Karbon Monoksida (CO): 9
  • Ozon (O3): 3

Kondisi serupa terpotret di kawasan penyangga. Stasiun pemantau di Teluk Kapuas, Kabupaten Kubu Raya, mencatat angka ISPU 74 pada pukul 14.00 WIB, dengan PM2.5 sebagai indikator polusi utamanya.

PM2.5 Mendominasi, Kualitas Udara Pontianak Tenggara Berstatus ‘Sedang’ Pagi Ini
Baca Juga

PM2.5 Mendominasi, Kualitas Udara Pontianak Tenggara Berstatus ‘Sedang’ Pagi Ini

Risiko memburuknya kualitas udara ini dipicu oleh cuaca yang cukup terik. Berikut adalah perbandingan kondisi meteorologi di kedua wilayah pemantauan:

Wilayah Pengamatan Suhu Kelembapan Tekanan Udara
Pontianak Tenggara 33°C 67% 1.006 mBar
Kab. Kubu Raya 35°C 56,28% 1.003,95 mBar

Tingkat kualitas udara di level ‘Sedang’ ini bukan berarti warga dapat beraktivitas fisik di luar ruang tanpa perhitungan, melainkan sebuah alarm peringatan dini.

Langkah mitigasi saat ini tidak lagi sekadar pasrah pada kondisi alam, bukan pula bergantung sepenuhnya pada pengumuman lisan pemerintah. Akses aplikasi di ponsel yang memungkinkan publik melihat pergerakan polutan dari menit ke menit, kini menjadi instrumen kesehatan yang krusial. Warga tidak perlu menunggu langit tertutup kabut asap untuk mulai mengenakan masker.

Karhutla Meluas di Limbung Kubu Raya, Tim Gabungan Diterjunkan Padamkan Api
Baca Juga

Karhutla Meluas di Limbung Kubu Raya, Tim Gabungan Diterjunkan Padamkan Api

Meski angka PM2.5 di Pontianak Tenggara nyaris menyentuh ambang batas ‘Tidak Sehat’, sistem menjamin paparan udara belum masuk fase darurat.

“Tingkat kualitas udara masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan,” tulis rilis keterangan resmi pada aplikasi ISPUnet.

Kemudahan informasi digital ini menuntut masyarakat agar tidak lengah. Menjadikan aplikasi pemantau indikator udara sebagai kebiasaan harian adalah benteng pertahanan paling logis guna mengantisipasi lonjakan senyap polusi PM2.5 di Kalimantan Barat.

(Hendrawan)