Kam, 09/07/26 · 06.38.51
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Protes Pemadaman Bergilir, Ratusan Massa Demonstrasi di Kantor PLN UID Kalbar

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 9 Juli 2026 · 11:453 menit baca
Protes Pemadaman Bergilir, Ratusan Massa Demonstrasi di Kantor PLN UID Kalbar
Ratusan massa BPM menggelar unjuk rasa di Kantor PLN UID Kalbar, Kubu Raya pada 8 Juli 2026 menuntut kompensasi akibat pemadaman listrik bergilir. (Dok. Polres Kubu Raya)

Gelombang ketidakpuasan publik atas performa operasional penyedia setrum negara mencapai titik puncaknya. Sebanyak 200 massa yang tergabung dalam Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Jalan Adisucipto KM 7, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (8/7/2026) sore.

Aksi massa yang dimulai sekitar pukul 15.05 WIB ini dipicu oleh rentetan pemadaman listrik secara bergilir yang dituding melumpuhkan aktivitas ekonomi domestik. Di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Kubu Raya bersama unsur TNI, kelompok demonstran menyuarakan kritik tajam terhadap penurunan kinerja distribusi energi pelat merah tersebut.

“Kehadiran personel gabungan TNI-Polri di lapangan bukan untuk menghalangi aspirasi, melainkan untuk menjadi jembatan pengaman agar penyampaian pendapat oleh rekan-rekan BPM Kalbar dapat berjalan secara tertib, damai, dan aman. Kami mengedepankan pendekatan humanis demi menjaga kondusifitas wilayah hukum Kubu Raya,” ujar Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mewakili Kabagops AKP Samidi dalam keterangan resminya, Rabu malam.

Empat Tuntutan Krusial dan Desakan Audit Investigasi
Di bawah komando Ketua Umum BPM DPP Provinsi Kalbar Gusti Edy, kelompok pengunjuk rasa menyodorkan empat poin tuntutan pokok sebagai syarat mutlak pemulihan hak-hak konsumen terdampak pemadaman listrik:

Imbas Blackout Kalimantan, Warga Laporkan Dirut PLN ke Kortastipidkor Polri Terkait Pasokan Batu Bara
Baca Juga

Imbas Blackout Kalimantan, Warga Laporkan Dirut PLN ke Kortastipidkor Polri Terkait Pasokan Batu Bara

  1. Penghentian Pemadaman Listrik: Mendesak normalisasi total dan penghentian pemadaman tanpa penundaan waktu.
  2. Stabilitas Tarif: Menolak keras skema penyesuaian tarif di tengah penurunan daya beli masyarakat akibat buruknya pelayanan.
  3. Kompensasi Kerugian Komersial: Menuntut ganti rugi nyata bagi warga dan pelaku UMKM berupa pembebasan biaya beban, pemotongan tarif, hingga kompensasi kerusakan alat elektronik.
  4. Proteksi Fasilitas Publik: Menjamin kontinuitas pasokan daya tanpa interupsi bagi objek vital seperti rumah sakit, rumah ibadah, dan instalasi pengolahan air bersih.

Selain poin sektoral tersebut, massa mendesak pembukaan informasi mengenai mekanisme kompensasi pelanggan, evaluasi posisi Manajer Komunikasi PLN UID Kalbar, hingga pencopotan pimpinan PLN Kalbar oleh Pemerintah Pusat. Demonstran juga mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) dan jajaran Forkopimda untuk melakukan pengusutan atas penyebab karut-marut kelistrikan di Kalimantan Barat.

Merespons tekanan massa di depan gerbang kantor, pihak manajemen PT PLN (Persero) UID Kalbar akhirnya menemui perwakilan demonstran. Manajemen memberikan klarifikasi mengenai aspek teknis gangguan, progres percepatan pemulihan sistem makro, serta menjanjikan transparansi terkait penyaluran kompensasi pelanggan.

Mobilisasi Personel Gabungan dan Pengamanan Objek Vital
Guna mengantisipasi peningkatan eskalasi di lapangan, Polres Kubu Raya memobilisasi kekuatan penuh yang dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Kubu Raya AKP Samidi. Pengamanan taktis melibatkan penguatan lintas sektor yang terdiri dari 115 personel Polres Kubu Raya, jajaran Polsek Sungai Raya yang dipimpin AKP Hariyanto, serta unsur Koramil dan Kodim 1207/Pontianak di bawah kendali Kapten Inf Mokhamad Aji Setya Nusa.

Diikuti Atlet 15 Negara, Kota Pontianak Jadi Tuan Rumah Dua Turnamen Bulutangkis Internasional
Baca Juga

Diikuti Atlet 15 Negara, Kota Pontianak Jadi Tuan Rumah Dua Turnamen Bulutangkis Internasional

Sektor pengamanan instalasi juga diperkuat oleh jajaran Ditpamobvit Polda Kalbar di bawah pimpinan AKP Agus, Tim Tanggap Darurat internal PLN, serta tim medis Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak guna mengantisipasi situasi kedaruratan.

“Kami mengapresiasi kerja sama dari korlap dan massa aksi yang mampu menjaga ketertiban selama menyampaikan tuntutan. Di sisi lain, kehadiran kami juga memastikan objek vital nasional seperti Kantor PLN tetap berfungsi memberikan pelayanan, dan alhamdulillah, aksi selesai dalam keadaan aman dan terkendali,” tutup Ade terkait selesainya aksi yang membubarkan diri secara tertib tersebut.

(Hendrawan)