Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Soroti Antrean Panjang di SPBU, Gubernur Kaltim Minta Pertamina Maksimalkan Distribusi BBM

Roska Putra
Roska Putra
Sabtu, 24 Oktober 2026 · 18:031 menit baca
Soroti Antrean Panjang di SPBU, Gubernur Kaltim Minta Pertamina Maksimalkan Distribusi BBM
Menko ESDM Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan jajaran manajemen Pertamina meninjau megaproyek RDMP Balikpapan. (Dok. HO/Nusantara Post)

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, meminta Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan untuk meningkatkan dan memaksimalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) guna mengurai antrean panjang masyarakat di SPBU wilayah Kaltim.

Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Rudy Mas’ud kepada Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, usai meninjau megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kamis (22/10/2026).

Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut mengungkapkan, meskipun secara kalkulasi teknis stok pasokan BBM dalam kondisi aman, realita di lapangan menunjukkan warga masih harus mengantre lama untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

“Alhamdulillah kalau stok kita cukup Pak Menko. Tapi kasihan masyarakat kita masih antri panjang di SPBU-SPBU Pak Menteri. Terpenting Pak Menteri, itu barang ada dan distribusi Pertamina maksimal, tentu masyarakat kita tenang dan nyaman membeli tanpa harus lama mengantri,” ujar Rudy Mas’ud.

Pemprov Kaltim Bersama Kogabwilhan II Amankan Perbatasan dan Wilayah Penyangga IKN
Baca Juga

Pemprov Kaltim Bersama Kogabwilhan II Amankan Perbatasan dan Wilayah Penyangga IKN

Menjawab kegelisahan tersebut, Menko ESDM Bahlil Lahadalia memaparkan bahwa ketahanan stok Pertalite secara nasional berada di level aman 16–18 hari, sedangkan stok Solar dipastikan mencukupi produksi dalam negeri.

Adapun stok Pertamax (RON 92, 95, 98) berada di atas 20 hari.

Terkait peninjauan kilang RDMP Balikpapan bernilai Rp123 triliun, Bahlil memastikan progres pembangunan fisik proyek strategis tersebut telah mencapai 99 persen.

Pembukaan kilang ini ditargetkan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah nasional dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari.

(roska)