Sel, 21/07/26 · 03.39.23
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Wagub Kalbar Buka Fatmawati Trophy 2026, Desainer Diminta Angkat Motif Lokal

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Senin, 20 Juli 2026 · 18:492 menit baca
Wagub Kalbar Buka Fatmawati Trophy 2026, Desainer Diminta Angkat Motif Lokal
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan membuka Fatmawati Trophy 2026 di Pontianak. Peserta ditantang angkat motif khas Kalimantan. (Dok. Adpim Kalbar)

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan membuka secara resmi kompetisi Fatmawati Trophy 2026 di Hotel Golden Tulip Pontianak pada Sabtu, (18/7/2026). Ajang desain busana tingkat regional ini diarahkan untuk memperkuat hilirisasi produk kreatif berbasis identitas budaya lokal Kalimantan di kancah nasional.

Kompetisi yang digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026 ini melibatkan perwakilan desainer dari tiga provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Fokus utama perlombaan menyasar pada perancangan kategori Kebaya dan Kerudung Ibu Bangsa Fatmawati Soekarno.

Integrasi Budaya dan Optimalisasi Potensi Sektoral
Penyelenggaraan Fatmawati Trophy kali ini menekankan pentingnya inovasi produk hortikultura dan industri kreatif di tengah persaingan pasar domestik. Otoritas daerah menilai, penguatan karakter desain berbasis motif etnik dapat menaikkan nilai tawar produk kerajinan daerah.

Krisantus Kurniawan menjelaskan bahwa setiap aparatur pemerintahan maupun pelaku industri dituntut jeli dalam membaca serta mengonversi peluang kebudayaan menjadi sektor ekonomi produktif.

APBD Terbebani Gaji PPPK, Wagub Krisantus Tuntut DBH Adil ke Banggar DPR RI
Baca Juga

APBD Terbebani Gaji PPPK, Wagub Krisantus Tuntut DBH Adil ke Banggar DPR RI

“Selamat datang di Kalimantan Barat. Pontianak memang dikenal sebagai Kota Khatulistiwa yang panas, tetapi kami juga memiliki kekayaan kuliner, budaya, dan keramahan masyarakat yang menjadi kebanggaan daerah ini. Daerah saat ini dituntut mampu berinovasi dan berkreasi. Sumber daya alam yang kita miliki harus dikelola secara optimal demi kesejahteraan masyarakat. Itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Krisantus Kurniawan dalam sambutannya.

Ia juga mengaitkan pengelolaan potensi daerah ini dengan prinsip dasar konstitusi negara mengenai pemerataan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

“Bumi, air, dan seluruh kekayaan alam harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Itu adalah amanat konstitusi yang harus terus kita perjuangkan bersama,” katanya menegaskan implementasi Pasal 33 UUD 1945.

Kawal Ekspor Satu Pintu Danantara, Wagub Krisantus Ancam Tertibkan Perusahaan Sawit Nakal
Baca Juga

Kawal Ekspor Satu Pintu Danantara, Wagub Krisantus Ancam Tertibkan Perusahaan Sawit Nakal

Penekanan Otentisitas Karya untuk Pasar Nasional
Di samping aspek regulasi dan ekonomi makro, desainer lokal didorong untuk tidak melepaskan pakem tradisional Kalimantan, seperti penggunaan corak ukiran, tenun, maupun visualisasi ornamen khas dayak dan melayu dalam rancangan modern.

“Saya berpesan kepada para desainer agar memasukkan unsur budaya Kalimantan ke dalam setiap rancangan. Tampilkan motif, ukiran, atau kekhasan daerah sehingga ketika tampil di tingkat nasional, orang langsung mengenali bahwa itu adalah karya dari Kalimantan. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan dan keindahan yang harus kita jaga bersama. Mari tampilkan budaya secara autentik sehingga menjadi kebanggaan sekaligus identitas yang terus dilestarikan,” tutur Krisantus Kurniawan.

Melalui standarisasi penilaian yang ketat pada ajang Fatmawati Trophy 2026, pemenang dari kompetisi regional ini diproyeksikan mampu bersaing secara kompetitif pada pameran busana nasional.

(Dayank Ana)