Gelombang serangan udara skala besar kembali melanda Ukraina setelah Rusia mengerahkan puluhan rudal balistik serta ratusan drone peledak yang menyasar fasilitas energi penting di ibu kota Kyiv dan sekitarnya pada Jumat malam hingga Sabtu (07/11/2026).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan, berdasarkan data awal, Rusia menggunakan rudal balistik jarak pendek KN-23 buatan Korea Utara dalam serangan masif tersebut.
Tercatat sebanyak 36 rudal balistik diluncurkan sepanjang malam, di mana sistem pertahanan udara Ukraina hanya mampu mencegat dan menembak jatuh empat di antaranya.
Serangan ini menghantam sejumlah gardu induk vital di wilayah Kyiv yang menghubungkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Rivne dan Khmelnytskyi, serta merusak infrastruktur kelistrikan di Vinnytsia, Zhytomyr, Rivne, Kharkiv, dan Dnipropetrovsk.



























