Sab, 18/07/26 · 04.29.58
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Hankam

Latihan Terjun Freefall Pasgat TNI AU Hiasi Langit Supadio

Editor
Editor
Senin, 25 Mei 2026 · 22:112 menit baca
Latihan Terjun Freefall Pasgat TNI AU Hiasi Langit Supadio
Prajurit elite Korpasgat TNI AU mengendalikan parasutnya saat melakukan manuver infiltrasi udara dalam latihan terjun freefall di kawasan Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (25/5/2026). (Foto: Dok. Prihat/Nusantara Post)

Sejumlah personel elite Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dari Batalyon Komando (Yon) Parako 466 dan Detasemen Arhanud 15 Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) sukses melaksanakan latihan terjun freefall di kawasan Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Senin (25/5/2026).

Latihan penyegaran ini digelar menggunakan helikopter NAS-332 Super Puma dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja dengan pengawasan ketat guna memelihara insting tempur dan meningkatkan profesionalisme prajurit baret jingga dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Aksi infiltrasi udara yang memukau ini dipimpin dan diawasi langsung oleh Komandan Batalyon (Danyon) Parako 466 Adim Dwi Prasanda bersama Danyon Arhanud 15 Pasgat Erean Hidayat.

Guna memastikan kelancaran aktivitas penerbangan sipil, latihan taktis ini memanfaatkan jeda jadwal penerbangan (window time) komersial secara presisi.

Di Tengah Tugas Operasi Papua, Prajurit Pasgat Pos Sinak Laksanakan Salat Iduladha Secara Sederhana
Baca Juga

Di Tengah Tugas Operasi Papua, Prajurit Pasgat Pos Sinak Laksanakan Salat Iduladha Secara Sederhana

Latihan terjun freefall secara berkala merupakan menu wajib bagi setiap prajurit yang memiliki kualifikasi keahlian khusus di lingkungan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU.

Prajurit Yon Parako 466 dan Arhanud 15 Pasgat memeriksa perlengkapan parasut sebelum latihan terjun freefall.
Personel Yon Parako 466 dan Arhanud 15 Pasgat melakukan pemeriksaan akhir (final check) pada perlengkapan parasut dan harness menjelang latihan terjun freefall di Lanud Supadio, Pontianak, Senin (25/5/2026). (Foto: Dok. Prihat/Nusantara Post)

Sebagai pasukan elite, kemampuan melayang di udara sebelum membuka parasut pada ketinggian tertentu adalah salah satu spesialisasi utama dalam skenario infiltrasi rahasia ke daerah musuh.

Adim Dwi Prasanda, menegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian vital dari pemeliharaan kesiapan operasional komando.

“Kami dituntut untuk selalu siap digerakkan dalam situasi apa pun. Melalui latihan terjun freefall ini, kami mengasah akurasi pendaratan prajurit pada titik yang telah ditentukan, meski dihadapkan pada dinamika arah angin dan cuaca yang cepat berubah di wilayah Kalimantan Barat,” ujar Letkol Pas Adim di Pangkalan Udara (Lanud) Supadio, Senin (25/5/2026).

Yon Parako 466 Pasgat Terjunkan Helikopter Caracal, Bantu Pencarian Helikopter yang Hilang Kontak di Sekadau
Baca Juga

Yon Parako 466 Pasgat Terjunkan Helikopter Caracal, Bantu Pencarian Helikopter yang Hilang Kontak di Sekadau

Selain mengasah ketangkasan individu, latihan ini menitikberatkan pada tiga aspek krusial kedaulatan udara:

  • Kesiapan Perlengkapan Tempur: Memastikan seluruh perangkat parasut taktis, altimeter, dan sistem komunikasi berfungsi 100% tanpa malafungsi.

  • Prosedur Keselamatan Operasi Udara: Menerapkan standardisasi zero accident yang ketat mulai dari tahap briefing, proses boarding, hingga fase pendaratan (landing).

  • Akurasi Pendaratan (Drop Zone): Menguji kemampuan navigasi udara prajurit secara cepat agar mendarat tepat di area aman yang telah ditentukan di perimeter Bandara Supadio.

Melakukan penerjun payung militer di area bandara internasional aktif tentu membutuhkan koordinasi yang sangat matang. Pihak TNI AU telah bersinergi erat dengan otoritas bandara dan AirNav Indonesia Cabang Pontianak agar jalannya latihan tidak mengganggu traffic penerbangan sipil.

Erean Hidayat, menambahkan bahwa disiplin militer yang tinggi menjadi kunci utama keberhasilan manuver ini.

Kodam XII/Tanjungpura Musnahkan 55 Kg Sabu dan Puluhan Senjata Api Ilegal
Baca Juga

Kodam XII/Tanjungpura Musnahkan 55 Kg Sabu dan Puluhan Senjata Api Ilegal

“Seluruh proses penerjunan dari helikopter Super Puma dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas di antara jeda penerbangan komersial. Ketepatan waktu (timing) adalah segalanya dalam latihan ini demi menjamin keselamatan bersama,” kata Letkol Pas Erean.

Aksi terjun payung bebas ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesiapsiagaan operasional satuan Korpasgat TNI AU, tetapi juga menjadi pemandangan patriotik yang membanggakan bagi warga di sekitar area bandara yang sempat menyaksikan kepakan parasut-parasut prajurit TNI AU di langit Khatulistiwa.

(Prihat)