Min, 12/07/26 · 19.00.08
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Hiburan

Konsep Bar Helen’s Night Mart Pontianak Disebut Netizen Mirip Warkop

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 26 Mei 2026 · 14:322 menit baca
Konsep Bar Helen’s Night Mart Pontianak Disebut Netizen Mirip Warkop
Ramai ulasan netizen soal pembukaan Helen’s Night Mart Pontianak. Mulai dari kritik suasana mirip warkop hingga masalah selera musik, simak rangkumannya. (Dok. Firmansyah/Tiktok)

Kehadiran Helen’s Night Mart di Pontianak pada 9 Mei 2026 lalu memicu diskusi hangat di jagat maya. Bukan di akun resminya, beragam platform media sosial justru dipenuhi oleh ulasan (review) dan komentar jujur dari para netizen yang membandingkan ekspektasi mereka dengan realitas di lapangan.

Tempat hiburan yang mengusung konsep perpaduan bar dan minimarket ini awalnya diharapkan membawa warna baru bagi kehidupan malam di Kota Khatulistiwa. Namun, sejumlah ulasan netizen menunjukkan adanya ketidakpuasan, terutama mengenai atmosfer tempat yang dinilai kurang maksimal oleh sebagian pengunjung.

“Kok seperti warkop, tidak sesuai ekspektasi. Saya pikir seperti H-Club Jakarta,” tulis akun @Yog*** dalam salah satu unggahan ulasan yang viral di media sosial.

Komentar tersebut memancing perdebatan mengenai segmentasi pasar. Pengguna lain, @Je***, mencoba memberikan sudut pandang berbeda dengan menyebutkan bahwa tempat ini memang menyasar pasar anak muda dengan harga yang lebih terjangkau.

Soroti Isu Perundungan Siber hingga Gandeng Taylor Swift, Toy Story 5 Resmi Tayang di Indonesia
Baca Juga

Soroti Isu Perundungan Siber hingga Gandeng Taylor Swift, Toy Story 5 Resmi Tayang di Indonesia

“Beda dong bapak, Helen’s kan untuk Gen Z karena harganya masih aman banget. Kalau ngikutin club sih enggak ada yang harga 500-an,” belanya.

Meski begitu, argumen tersebut tetap dipatahkan oleh netizen yang kerap membandingkan dengan standar tempat hiburan di kota lain. Akun @Tangkai*** misalnya, membandingkan dengan tempat serupa di Yogyakarta.

“Ah, club Gen Z di Jogja enggak kayak gini kok modelnya. Ini malah kayak warkop. Masih bingung nyari club yang cocok di Pontianak ini,” tulisnya.

Tak hanya soal desain interior dan konsep visual, urusan musik juga menjadi “batu sandungan” bagi kenyamanan pengunjung. Beberapa orang mengaku urung masuk atau memilih pulang lebih awal karena merasa ambience musik yang disajikan tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.

Azizah Salsha Kesal Dituding Jiplak Gaya Ariel Tatum: Gak Minta Dimirip-miripin
Baca Juga

Azizah Salsha Kesal Dituding Jiplak Gaya Ariel Tatum: Gak Minta Dimirip-miripin

“Eh gue dengar musiknya langsung enggak jadi ah, takut ke sana bingung malah,” ungkap @Maris**.

Keluhan senada datang dari akun @Tik**

“Musiknya enggak asik, aku masuk 1 jam keluar lagi,” tulisnya di kolom komentar.

Munculnya beragam ulasan miring di media sosial ini menjadi tantangan tersendiri bagi destinasi hiburan baru di Pontianak. Fenomena ini membuktikan bahwa masyarakat kini semakin kritis dalam menilai standar kenyamanan dan memiliki banyak pembanding dari kota-kota besar lainnya dalam menentukan tempat menghabiskan waktu luang.

(Dayank Ana)