Sab, 18/07/26 · 02.49.40
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Internasional

Trump Klaim Akan Buka Permanen Selat Hormuz demi China

Admin
Admin
Rabu, 15 April 2026 · 20:591 menit baca
Trump Klaim Akan Buka Permanen Selat Hormuz demi China
Ilustrasi – Presiden AS Donald Trump mengeklaim akan membuka Selat Hormuz secara permanen demi China dan dunia di tengah blokade militer AS terhadap Iran. (Dok. Ist)

Nusantarapost.news, Internasional  – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan mengejutkan dengan mengumumkan rencana untuk “membuka secara permanen” Selat Hormuz. Langkah ini diklaim Trump sebagai bentuk kerja sama dengan China guna meredakan ketegangan global akibat konflik AS-Iran yang kian memanas.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk kepentingan global, khususnya demi menjamin kelancaran jalur perdagangan internasional.

Trump juga mengungkapkan optimisme terkait hubungannya dengan Presiden China, Xi Jinping. Ia menjadwalkan pertemuan di Beijing pada Mei mendatang untuk membahas stabilitas kawasan Timur Tengah.

“China sangat senang saya membuka Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukannya untuk mereka, dan juga dunia. Presiden Xi akan memberi saya pelukan besar yang hangat (big, fat hug) saat saya tiba di sana beberapa minggu lagi,” tulis Trump mengutip dari washingtonpost (15/04/2026).

Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Hanya Beberapa Jam Setelah Dibuka, Tuding AS Ingkari Janji
Baca Juga

Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Hanya Beberapa Jam Setelah Dibuka, Tuding AS Ingkari Janji

Menurut Trump, China telah sepakat untuk tidak mengirimkan senjata ke Iran. Ia menegaskan bahwa bekerja sama secara cerdas jauh lebih baik daripada terlibat dalam peperangan fisik yang berkepanjangan.

Meski Trump melontarkan nada diplomatis terhadap China, situasi di lapangan tetap tegang. Militer AS baru saja mengklaim telah mencapai “keunggulan maritim di Timur Tengah” setelah memulai blokade total sejak Senin lalu. Blokade ini merupakan respons atas gagalnya perundingan AS-Iran di Islamabad akhir pekan lalu.

Laporan dari Washington Post juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat bersiap mengirim ribuan tentara tambahan ke Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan guna memperkuat posisi mereka.

Di sisi lain, Teheran tidak tinggal diam menghadapi tekanan blokade tersebut. Kantor berita semi-pemerintah Iran, Mehr News, melaporkan bahwa pemerintah Iran akan menggunakan pelabuhan-pelabuhan alternatif di luar wilayah selatan Iran guna mengakali blokade maritim yang dipimpin Amerika Serikat.

AS dan Iran Resmi Teken MOU Damai, Sepakat Akhiri Perang dan Buka Selat Hormuz
Baca Juga

AS dan Iran Resmi Teken MOU Damai, Sepakat Akhiri Perang dan Buka Selat Hormuz

Trump sendiri mengeklaim bahwa konflik dengan Iran sudah “sangat dekat dengan kata berakhir,” meskipun pengerahan kekuatan militer di kawasan tersebut justru menunjukkan eskalasi yang signifikan.

(Via)