Sab, 18/07/26 · 06.50.34
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Timur Tengah

Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Hanya Beberapa Jam Setelah Dibuka, Tuding AS Ingkari Janji

Admin
Admin
Sabtu, 18 April 2026 · 21:242 menit baca
Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Hanya Beberapa Jam Setelah Dibuka, Tuding AS Ingkari Janji
Kapal tanker melintasi Selat Hormuz sebelum militer Iran kembali menutup jalur pelayaran strategis tersebut pada Sabtu (18/4/2026). Teheran menuding Amerika Serikat melanggar kesepakatan dengan melanjutkan blokade angkatan laut.

Nusantarapost.news, TEHERAN – Militer Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026), hanya beberapa jam setelah jalur pelayaran paling strategis di dunia itu dibuka. Keputusan mendadak ini diambil setelah lebih dari belasan kapal komersial sempat melintas, dan mengancam kembali memicu guncangan pada pasar energi global, termasuk komoditas batubara dan minyak di Indonesia.

Komando militer pusat Iran, dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, menuduh Amerika Serikat mengingkari kesepakatan dengan melanjutkan blokade angkatan lautnya terhadap kapal-kapal yang berlayar dari dan menuju pelabuhan Iran.

“Sampai Amerika Serikat memulihkan kebebasan bergerak untuk semua kapal yang mengunjungi Iran, situasi di Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat,” demikian pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir AFP.

Iran sempat membuka kembali jalur tersebut pada Jumat (17/4) setelah tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Namun Teheran sejak awal memberi sinyal bahwa pembukaan itu bersifat kondisional dan akan ditutup kembali bila blokade AS terus berlanjut.

Armada Nyamuk Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata
Baca Juga

Armada Nyamuk Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata

Sinyal Keras dari Gedung Putih

Ketegangan memuncak setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan niatnya mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran apabila kesepakatan damai dengan Teheran gagal tercapai. Ia bahkan mengisyaratkan tidak akan memperpanjang gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir Rabu pekan depan.

“Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade akan tetap berlaku,” kata Trump kepada wartawan, sebagaimana dikutip Al Arabiya.
Ketika ditanya soal kemungkinan kesepakatan damai dengan Iran, Trump menjawab singkat: “Saya pikir itu akan terjadi.”

Salah satu titik buntu perundingan, yang sebelumnya sempat digelar di Pakistan dan berakhir tanpa kesepakatan, adalah rencana Iran memungut tarif dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Washington menolak keras skema tersebut, sementara Uni Eropa sebelumnya juga telah meminta Iran membatalkan rencana pungutan itu.
Implikasi untuk Indonesia

Selat Hormuz adalah jalur lintas sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Penutupan berulang berpotensi:

  • Mendorong kenaikan harga minyak mentah global, yang berdampak langsung pada harga BBM dan subsidi APBN.
  • Memicu lonjakan harga batubara termal, yang justru menguntungkan eksportir dari Kalimantan, namun membebani PLN.
  • Mengganggu rute logistik kapal-kapal niaga Indonesia yang melintasi kawasan Teluk.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian ESDM belum mengeluarkan pernyataan resmi hingga berita ini diturunkan.