Kam, 18/06/26 · 17.02.24
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat Menggugat Layangkan 16 Tuntutan, Beri Sinyal Gelombang Aksi Susulan

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 18 Juni 2026 · 22:263 menit baca
Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat Menggugat Layangkan 16 Tuntutan, Beri Sinyal Gelombang Aksi Susulan
Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat Menggugat layangkan 16 tuntutan dalam aksi di Tugu Digulis Pontianak. Massa beri sinyal aksi susulan dan bersihkan sampah sebelum bubar. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Unjuk rasa ratusan mahasiswa di Bundaran Tugu Digulis Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, pada Kamis (18/6/2026) sore hingga malam, berakhir dengan pesan peringatan keras. Massa aksi dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat Menggugat menegaskan komitmennya untuk kembali turun ke jalan dengan eskalasi gerakan yang lebih besar jika 16 poin tuntutan mereka tidak segera direspons nyata oleh pemerintah.

Dalam aksi bertajuk evaluasi kebijakan tersebut, aliansi secara kumulatif menyuarakan 16 tuntutan krusial. Isu yang dibawa mencakup berbagai persoalan di tingkat daerah hingga nasional, mulai dari desakan solusi atas lonjakan harga bahan pokok, kritik terhadap praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), tata kelola ekonomi masyarakat, hingga tuntutan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Secara rinci inilah 16 poin tuntutan yang dilayangkan saat aksi terlaksana, yaitu:

Aliansi Reformasi Kalbar Gelar Aksi Massa di Tugu Digulis Besok, Soroti Empat Klaster Isu Krusial
Baca Juga

Aliansi Reformasi Kalbar Gelar Aksi Massa di Tugu Digulis Besok, Soroti Empat Klaster Isu Krusial

  1. Tolak perluasan kewenangan TNI-Polri
  2. Kembalikan prioritas APBN pada kesehatan, pendidikan, dan ekonomi rakyat.
  3. Hentikan sementara program MBG dan KDMP, serta lakukan evaluasi total penyelenggaraan kedua program tersebut.
  4. Jadikan penguatan PKBM sebagai salah satu prioritas pembangunan pendidikan daerah.
  5. Tuntut pemerintah pusat bersikap adil dalam pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) kepada daerah.
  6. Kalimantan Barat butuh infrastruktur dasar terutama jalan dan listrik.
  7. Tuntut pemerintah pusat menstabilkan nominal pajak dan tidak menggunakannya hanya untuk membayar utang negara.
  8. Stabilkan harga BBM dan pastikan subsidi BBM tepat sasaran.
  9. Sahkan RUU Masyarakat Adat dan akui hak-hak komunitas adat atas wilayahnya.
  10. Kembalikan tanah kepada rakyat dan hentikan kriminalisasi terhadap masyarakat yang memperjuangkan haknya.
  11. Berikan harga produksi yang layak bagi petani dan fasilitas pertanian yang memadai.
  12. Berikan upah yang layak bagi buruh, penuhi hak normatif buruh, dan tolak diskriminasi terhadap buruh perempuan.
  13. Berikan jaminan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
  14. Usut tuntas kasus banjir di Pontianak dan hentikan solusi tambal sulam dan sediakan transportasi umum yang layak.
  15. Usut tuntas kasus kekerasan seksual dan berikan perlindungan nyata bagi kelompok rentan.
  16. Mendesak pemerintah mendengarkan aspirasi dan tuntutan masyarakat

Perwakilan mahasiswa menegaskan bahwa aksi pemetaan rapor merah ini baru langkah awal untuk melihat keseriusan para pemangku kebijakan.

“Kami berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu ini. Jika tuntutan rakyat ini diabaikan dan tidak ada perubahan konkret, kami pastikan akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan konsolidasi massa yang jauh lebih besar,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Habib Iqbal di lokasi.

Gerakan ini sempat diwarnai ketegangan fisik akibat aksi saling dorong saat petugas kepolisian menyita paksa ban yang sedianya akan digunakan untuk aksi teatrikal. Namun, situasi tersebut berhasil diredam secara mandiri oleh massa di lapangan.

Aksi Saling Dorong di Tugu Digulis Pontianak, Massa Mahasiswa Protes Ban Aksi Disita Aparat
Baca Juga

Aksi Saling Dorong di Tugu Digulis Pontianak, Massa Mahasiswa Protes Ban Aksi Disita Aparat

Aksi Bersih Sampah dan Tolak Framing Negatif
Ratusan mahasiswa tersebut akhirnya membubarkan diri secara tertib pada malam hari. Uniknya, sebelum meninggalkan lokasi, massa aksi menyisir area trotoar dan taman untuk mengumpulkan botol minuman, kertas, serta sisa logistik lainnya, lalu mengemasnya di satu titik guna menjaga kebersihan fasilitas umum tersebut.

Habib Iqbal menyatakan bahwa aksi pembersihan ini merupakan bentuk tanggung jawab penuh kelompoknya atas pelaksanaan kegiatan, sekaligus respons terhadap evaluasi dari aksi-aksi terdahulu. Langkah ini juga diambil untuk mencegah adanya pihak luar yang memanfaatkan momentum untuk pencitraan sepihak.

“Kami membersihkan sampah itu sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan, kami tidak mau adanya pencitraan-pencitraan yang dilakukan oleh pihak lain seperti beberapa aksi lalu. Ada pihak yang bersihkan sampah itu untuk mencari simpati yang pada akhirnya jadi bahan framing kepada kawan-kawan massa aksi,” tegas Habib.

Setelah memastikan seluruh area fasilitas umum di kawasan Bundaran Untan kembali bersih, massa mahasiswa membubarkan diri menggunakan kendaraan masing-masing dengan pengawalan dari pihak kepolisian.

(Hendrawan)