Sab, 20/06/26 · 16.19.34
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Turun ke Jalan, Emak-emak dan Petani Kalbar Desak Evaluasi Tata Kelola Program MBG

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 20 Juni 2026 · 21:322 menit baca
Turun ke Jalan, Emak-emak dan Petani Kalbar Desak Evaluasi Tata Kelola Program MBG
Ratusan emak-emak dan petani lokal menggelar aksi damai di Bundaran Tugu Digulis Pontianak mendukung program MBG sekaligus meminta perluasan rantai pasok lokal. (Dok. Hendrawan)

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Bundaran Tugu Digulis Universitas Tanjungpura (Untan), Kota Pontianak, Sabtu (20/6/2026). Elemen massa yang terdiri dari gerakan emak-emak, petani lokal, hingga relawan tersebut turun ke jalan guna menyuarakan dukungan sekaligus mendesak evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelum memusatkan massa dan memulai orasi di tugu ikonik Kota Pontianak tersebut, para demonstran terlebih dahulu melakukan aksi berjalan kaki (long march) dari area taman sepeda menyusuri jalan protokol yang mengitari Tugu Digulis. Sepanjang rute, massa menarik perhatian para pengguna jalan dengan membentangkan spanduk utama serta banner raksasa bertuliskan pesan tegas: “Dukung MBG dan Benahi Tata Kelolanya” serta “Petani Dukung Program Prabowo”.

Suasana di sekitar Bundaran Digulis kian riuh saat puluhan emak-emak di barisan depan secara serempak meneriakkan yel-yel tuntutan mereka di bawah pengawalan aparat penegak hukum.

Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat Menggugat Layangkan 16 Tuntutan, Beri Sinyal Gelombang Aksi Susulan
Baca Juga

Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat Menggugat Layangkan 16 Tuntutan, Beri Sinyal Gelombang Aksi Susulan

“MBG lanjutkan! MBG lanjutkan!” seru mereka secara lantang sambil mengangkat tinggi-tinggi berbagai poster aspirasi di tangan.

Putaran Anggaran Berdampak pada Sektor Pertanian
Di tengah riuhnya aksi, salah satu orator aksi yang juga Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kubu Raya, Mujib Munaim, menegaskan bahwa tiga program unggulan Presiden Prabowo Subianto yakni MBG, Koperasi Desa (Kopdes), dan Tani Merdeka Indonesia sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat arus bawah, terutama sektor pertanian dan nelayan.

“Perputaran anggaran triliunan rupiah dalam program MBG ini sepenuhnya kembali dan berputar untuk menyejahterakan rakyat di dalam negeri. Selain berdampak langsung pada sektor ketahanan pangan, program ini terbukti sukses mengentaskan masalah pengangguran di daerah,” ujar Mujib Munaim saat diwawancarai di lokasi aksi.

Soroti Permasalahan Pengelolaan MBG dan Kualitas Makanan, Ormas di Pontianak Buka Posko Pengaduan
Baca Juga

Soroti Permasalahan Pengelolaan MBG dan Kualitas Makanan, Ormas di Pontianak Buka Posko Pengaduan

Senada dengan hal tersebut, dukungan terhadap jalannya roda pemerintahan juga disuarakan oleh Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat, Majidah Majid. Dalam keterangannya, Majidah menyayangkan sikap sejumlah pihak, termasuk kalangan mahasiswa, yang dinilainya belum memahami esensi serta substansi besar dari program nasional ini.

Majidah lantas membeberkan bukti empiris di lapangan bahwa program MBG justru menjadi stimulus ekonomi yang masif bagi masyarakat daerah karena berhasil menyerap ribuan tenaga kerja lokal di sektor dapur umum sekaligus menyelamatkan komoditas pertanian daerah dari risiko tengkulak.

“Ribuan siswa telah merasakan manfaat nyata dari program pangan bergizi ini. Di sisi lain, ribuan petani lokal kini tidak lagi mendapati hasil panen mereka terbuang sia-sia. Semua hasil bumi sekarang langsung diserap pasar. Bahkan, para petani sempat kewalahan memenuhi tingginya permintaan pasokan dari dapur-dapur umum,” ungkap Majidah Majid.

Desak Mitigasi Praktis Monopoli Usaha
Kendati memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program, Aliansi Masyarakat Kalimantan Barat tetap membawa misi evaluasi ekonomi kerakyatan untuk diajukan ke pemerintah pusat.

Mereka mendesak pemerintah agar secara aktif memperluas keterlibatan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM lokal dalam rantai pasok pemenuhan bahan baku makanan guna mencegah praktik monopoli usaha oleh korporasi besar.

MBG Dihentikan Sementara Saat Libur Sekolah, Mitra Dapur Protes Keras BGN
Baca Juga

MBG Dihentikan Sementara Saat Libur Sekolah, Mitra Dapur Protes Keras BGN

Aksi penyampaian aspirasi yang berjalan tertib dan damai ini akhirnya berangsur membubarkan diri setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras, dengan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.

(Hendrawan)