Rab, 17/06/26 · 15.10.09
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Aliansi Reformasi Kalbar Gelar Aksi Massa di Tugu Digulis Besok, Soroti Empat Klaster Isu Krusial

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 17 Juni 2026 · 17:113 menit baca
Aliansi Reformasi Kalbar Gelar Aksi Massa di Tugu Digulis Besok, Soroti Empat Klaster Isu Krusial
Aliansi Reformasi Kalbar gelar aksi massa besok 18 Juni 2026 di Tugu Digulis Pontianak. Mahasiswa bawa 4 tuntutan mulai dari isu BBM hingga stunting Sanggau. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Gerakan lintas kampus yang tergabung dalam Aliansi Reformasi Kalimantan Barat bersiap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di kawasan Bundaran Tugu Digulis, Kota Pontianak, pada Kamis (18/6/2026) sore. Aksi kolektif ini diinisiasi oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Untan, BEM KBM Untan, serta perwakilan BEM dari berbagai perguruan tinggi se-Kalimantan Barat setelah merampungkan konsolidasi strategis pada Selasa (16/6/2026) malam.

Wakil Menteri Politik dan Kajian Strategis BEM KBM Untan, Habib Iqbal, menegaskan pergerakan ini lahir dari akumulasi keresahan atas stabilitas nasional dan daerah yang dinilai kian menyudutkan masyarakat.

“Kami melihat dan menilai bahwasannya hari ini negara sudah benar-benar sedang darurat. Negara benar-benar sudah kacau akibat kenaikan BBM yang tiba-tiba diputuskan oleh pemerintah,” ujar Habib Iqbal saat dimintai keterangan, Rabu (17/6/2026).

Empat Klaster Isu Hasil Konsolidasi Lintas Kampus
Konsolidasi strategis lintas kampus tersebut berhasil merumuskan empat klaster isu krusial yang dinilai menjadi akar persoalan di tingkat regional maupun nasional saat ini:

Tiba di Batam, 403 Jemaah Haji Asal Pontianak Bersiap Pulang ke Daerah
Baca Juga

Tiba di Batam, 403 Jemaah Haji Asal Pontianak Bersiap Pulang ke Daerah

  1. Efek Domino Kenaikan BBM: Dampak kenaikan harga BBM non-subsidi yang melambungkan harga komoditas di wilayah pedalaman serta ancaman kelangkaan Pertalite.
  2. Pemangkasan Anggaran Daerah: Pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Desa demi agenda pusat yang mengorbankan pembangunan infrastruktur vital di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Kalimantan Barat.
  3. Evaluasi Program Pangan Nasional: Desakan evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kawasan Demplot Mandiri Pangan (KDMP) yang dinilai cacat formulasi kebijakan.
  4. Kerentanan Makroekonomi: Kerentanan nilai tukar rupiah akibat tingginya ketergantungan domestik pada komoditas impor.

Terkait klaster isu ketiga, Habib Iqbal menyoroti ketidakmatangan implementasi program pusat yang berdampak pada kondisi riil di daerah.

“Kemudian masalah isu-isu yang lain yang kami bawakan itu untuk memberhentikan KDMP sama MBG. Karena ini kebijakan yang secara perencanaan atau proses formulasi kebijakan itu masih belum matang. Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang khususnya kayak di Sanggau itu angka stunting malah meningkat sebanyak 21%,” ujar Habib Iqbal.

Aksi massa ini akan mengonsolidasikan kekuatan dari berbagai lembaga perguruan tinggi di Pontianak, meliputi BEM Untan, BEM UMP, BEM Polnep, BEM OSO, BEM UPGRI, dan BEM UPB, serta didukung oleh faksi masyarakat sipil dan komunitas gerakan setempat.

Gagal Menyalip di Jalan Trans Kalimantan, Pemotor Tewas Tertabrak Truk Tangki
Baca Juga

Gagal Menyalip di Jalan Trans Kalimantan, Pemotor Tewas Tertabrak Truk Tangki

Mosi Tidak Percaya dan Pemindahan Lokasi Aksi
Mengenai teknis di lapangan, seluruh elemen massa akan memusatkan titik aksi di Bundaran Tugu Digulis pada sore hari. Langkah memindahkan lokasi aksi dari Gedung DPRD atau Kantor Gubernur ini diambil secara sadar sebagai bentuk mosi tidak percaya dari aliansi mahasiswa.

Otoritas mahasiswa menilai aspirasi mereka selama ini kerap diabaikan, dan momentum demonstrasi justru sering dimanfaatkan oleh pejabat daerah sekadar untuk panggung pencitraan di media sosial.

“Kita sudah capek selama ini ketika aksi ke DPRD ataupun ke Gubernur tidak pernah benar-benar diindahkan. Mereka selalu melempar tugas dan tanggung jawab. Malahan, ketika kita demo, hal itu hanya membuka ruang bagi mereka untuk melakukan pencitraan dan cari panggung di Instagram. Nah, itu yang kami tidak maukan,” tegas Habib.

Melalui pemanfaatan ruang publik terbuka ini, Aliansi Reformasi Kalbar berkomitmen menjadikan mimbar akademik besok sebagai sarana edukasi langsung untuk menarik atensi masyarakat. Menutup keterangannya, Habib Iqbal mengimbau seluruh elemen mahasiswa dan pergerakan untuk tetap solid di lapangan.

“Pesan saya kepada teman-teman mahasiswa, tetap jaga barisan dan rapatkan barisan. Saya mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk mempersamai gerakan ini. Harapannya, aksi ini akan mampu membuka ruang sekaligus membuka pikiran kebangsaan kita semua,” pungkasnya.

(Hendrawan)