Rab, 05/08/26 · 13.42.12
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Bapperida Pontianak Tampung Gagasan Komunitas Masuk Dokumen Perencanaan Pembangunan

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 5 Agustus 2026 · 19:242 menit baca
Bapperida Pontianak Tampung Gagasan Komunitas Masuk Dokumen Perencanaan Pembangunan
Bapperida Kota Pontianak membuka peluang penyerapan gagasan komunitas lokal untuk diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. (Dok. Prokopim Pontianak)

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kota Pontianak membuka mekanisme penyerapan usulan masyarakat dari jaringan komunitas lokal untuk dimasukkan ke dalam dokumen resmi perencanaan pembangunan daerah.

Peluang integrasi gagasan tersebut disampaikan dalam forum Pontianak Memanggil Komunitas yang berlangsung di Aula Rohana Muthalib Bapperida Kota Pontianak, Selasa, (4/8/2026).

Skema penyerapan aspirasi ini ditargetkan pada usulan yang bersifat konkret serta dapat dieksekusi secara teknis oleh dinas terkait.

“Kami membuka seluas-luasnya untuk ide-ide pembangunan kota,” kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Selasa, (4/8/2026).

Isi Dua Jabatan Lowong, Pemkot Pontianak Gelar Evaluasi Pejabat
Baca Juga

Isi Dua Jabatan Lowong, Pemkot Pontianak Gelar Evaluasi Pejabat

Pemerintah daerah mengelompokkan partisipasi komunitas ke dalam lima fokus sektor utama, mencakup pendidikan, lingkungan, kesehatan, hobi, hingga ekonomi kreatif dan pariwisata.

Pemanfaatan wadah Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon) yang dibentuk sejak 2019 kembali didorong sebagai kanal penyaringan ide dari kelompok pemuda.

“Kita harapkan masyarakat bisa memberi sumbangsih pemikiran kepada pengambil kebijakan, dalam hal ini kepala daerah. Sekaligus mengoptimalkan peran komunitas yang ada di Kota Pontianak agar lebih aktif dalam pembangunan daerah,” kata Kepala Bapperida Kota Pontianak Yuli Trisna Ibrahim.

Bareskrim Bongkar Tindak Pidana Pencucian Uang Emas Ilegal Kalbar Senilai Rp25,8 Triliun
Baca Juga

Bareskrim Bongkar Tindak Pidana Pencucian Uang Emas Ilegal Kalbar Senilai Rp25,8 Triliun

Pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di tingkat tapak dinilai terus berkembang, mencakup bidang kuliner, fesyen, startup, hingga seni pertunjukan.

“Dari komunitas-komunitas inilah muncul ide-ide segar yang kita harapkan memberi sumbangsih positif kepada Pemerintah Kota Pontianak,” jelas Yuli.

Selain aspek ekonomi kearifan lokal, masukan dari elemen warga juga disinergikan dengan program pendataan lingkungan, seperti pencatatan pohon berbasis aplikasi Si Pohon untuk penghitungan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Kalau kita lihat di pohon-pohon, ada peneng registrasi pohon. Dari situ bisa diketahui jumlah pohon di Kota Pontianak untuk mendukung pemenuhan ruang terbuka hijau,” ungkapnya.

Seluruh usulan yang lolos verifikasi teknis berpeluang masuk ke dalam dokumen perencanaan seperti RPJMD, Renstra, RKPD, hingga daftar kegiatan kerja perangkat daerah.

“Sepanjang ide itu konkret, bisa diimplementasikan dan diwujudkan, kenapa tidak. Nanti bisa masuk ke dokumen perencanaan, lalu dieksekusi melalui program, kegiatan, dan subkegiatan perangkat daerah,” paparnya.

PWI Kalbar Kecam Dugaan Intimidasi Terhadap Wartawan di Ketapang
Baca Juga

PWI Kalbar Kecam Dugaan Intimidasi Terhadap Wartawan di Ketapang

Pendekatan partisipatif ini diarahkan guna memastikan program penataan kota menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

“Komunitas punya peran penting. Ide-ide mereka bisa menjadi bagian dari pembangunan Kota Pontianak yang lebih baik,” pungkas Yuli.

(Dayank Ana)