Pemutaran film dokumenter “Pesta Babi” sukses terselenggara di Margasiswa PMKRI Cabang Pontianak pada Rabu (13/5/2026). Kurang lebih dua ratus orang tampak memadati ruangan untuk menyaksikan secara bersama-sama dokumenter yang disutradarai oleh Dandhy Laksono dan Capry Dale tersebut.
Bagi PMKRI Pontianak, dokumenter tersebut menjadi bahan evaluasi dan ruang refleksi terutama dikaitkan dengan tutupan Hutan Kalimantan Barat semakin berkurang dan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Endro Ronianus, Komda PMKRI Kalbar sekaligus pemantik diskusi, menegaskan bahwa apa yang tersaji dalam dokumenter relevan langsung dengan kondisi yang tengah dihadapi Kalimantan Barat.
“Dari Pesta Babi ini, beberapa hal yang memang kami simpulkan bahwa bicara soal tanah dan hutan itu tidak main-main. Kalau dikaitkan dengan Kalbar, ada program pusat berkaitan dengan PLTN yang akan didirikan di Kabupaten Bengkayang. Ini tentu jadi warning bagi masyarakat Kalbar untuk tidak terkecoh ini adalah kolonialisme gaya baru. Belajar dari beberapa tempat, PLTN ini fatal sekali, baik bagi masyarakat setempat soal radiasi maupun keberlanjutan hidup ke depannya,” tegasnya.

