Bukan perpustakaan biasa yang datang ke sekolah hari ini. Sebuah mobil keliling berhenti di halaman SD Negeri 29 Pontianak Kota, membawa buku-buku, koneksi internet gratis, dan pelatihan keterampilan digital semuanya tanpa biaya. Itulah Glimoling, singkatan dari Gerakan Literasi dan Internet Mobil Keliling, yang resmi diluncurkan Jumat (22/5/2026) pagi.
Program yang dihadirkan lembaga Siberdaya melalui dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli ini menjadi terobosan baru dalam pemerataan akses literasi dan literasi digital di Kalimantan Barat.
Acara Kick Off Glimoling berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30 WIB, dimeriahkan tarian sambutan Sekapor Sireh oleh penari cilik dari Sanggar Bougenville dan dipandu artis lokal Sukep atau akrab disapa Kamil Onte.
Glimoling dirancang sebagai program partisipatif yang membuka ruang bagi berbagai pihak untuk terlibat. Komunitas penulis dan penerbit lokal dapat mendaftarkan buku untuk agenda pembelian.
Baca Juga Lewat SIPEDE, Pemkot Pontianak Dorong Peran Pemuda Jadi Agen Literasi Digital
Sekolah atau guru dapat mendaftarkan sekolahnya untuk dikunjungi. Siswa dapat mendaftar melalui guru untuk mengikuti pelatihan atau menjadi anggota pustaka. Sementara guru setempat dapat berpartisipasi dalam agenda aktivasi ruang di sekolah.

Tiga agenda utama Glimoling adalah Glimoling Menyapa Sekolah, Glimoling di Sekolahmu, dan Glimoling Seru yang mencakup kegiatan seperti read aloud, pelatihan literasi dasar, hingga literasi digital melalui platform Google Docs, Canva, CapCut, dan YouTube.
Ketua Siberdaya, Hatta Budi Kurniawan, menyampaikan bahwa sepanjang 2026 Glimoling akan menyambangi lima kota dan kabupaten di Kalimantan Barat: Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Bengkayang.
Baca Juga Diskusi Publik Selasar Nusantara Peringatkan Bahaya Adu Cepat Algoritma terhadap Kualitas Informasi Publik
“Kami dengan sangat terbuka menerima permintaan dari pihak sekolah di kelima daerah tersebut. Akan kami proses sesegera mungkin penjadwalannya,” ujar Hatta.
Ia berharap program ini mampu menciptakan generasi masa depan yang berdaya saing di era yang sangat bergantung pada teknologi digital.
Wahyu Maulana, Asisten Manajer Bidang Keuangan PT PLN (Persero) UP3 Pontianak, menegaskan bahwa komitmen PLN tidak berhenti pada penyediaan listrik yang andal.
“PLN melalui program TJSL berkomitmen tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan literasi digital bagi generasi muda,” ujarnya. Ia berharap Glimoling dapat menumbuhkan minat baca, memperluas wawasan digital, serta membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani, hadir mewakili Wali Kota Pontianak dan menyatakan dukungan penuh terhadap program ini.
Baca Juga Angka Putus Sekolah di Kalbar Tembus 82 Ribu, Wamen Dikti Sebut ini PR Besar Pembangunan SDM Kalbar
“Kami sangat mendukung adanya Glimoling. Semoga bisa disinergikan juga dengan Disperpusip dan dinas-dinas lain untuk meningkatkan literasi dan literasi digital bagi anak-anak dan pelajar di Kota Pontianak serta kota atau kabupaten lain yang akan dikunjungi,” ujarnya.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan tur keliling meninjau mobil Glimoling yang menjadi simbol harapan baru bagi pemerataan akses literasi di seluruh pelosok Kalimantan Barat.
(Hendra)