Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggelar bazar pasar murah dan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Ayani Megamall Pontianak, Minggu (28/6/2026) pagi. Agenda yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 ini ditujukan untuk mempermudah akses pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga di bawah standar pasar.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakapolda Kalimantan Barat, Hindarsono, didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat, Dewi Hindarsono, yang mewakili Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat, Nila Pipit Rismanto.
Subsidi Sembako Capai Rp62.500 Per Paket
Dalam program stabilitas harga ini, masyarakat dapat menebus paket komoditas pokok dengan total harga Rp100.000 per paket. Nilai tebus tersebut jauh lebih murah dari akumulasi harga pasar yang umumnya mencapai Rp162.500, sehingga terdapat selisih penghematan pengeluaran rumah tangga sebesar Rp62.500 per paket.
Secara rinci, komoditas pokok yang disubsidi meliputi beras merek Ikan Merah kemasan 5 kilogram seharga Rp48.000 dari harga normal Rp77.000, minyak goreng Kunci Mas kemasan 1 kilogram seharga Rp15.000 dari harga pasar Rp22.000, dan gula pasir Rose Brand kemasan 1 kilogram seharga Rp14.500 dari harga pasar Rp20.000. Selanjutnya, mi instan Indomie Kaldu Ayam sebanyak 10 bungkus dijual seharga Rp14.500 dari harga normal Rp30.000, serta tepung terigu merek Tulip kemasan 1 kilogram dipatok seharga Rp8.000 dari harga pasaran Rp13.000.
Kapolda Kalimantan Barat, Pipit Rismanto, melalui Wakapolda Hindarsono, menyatakan bahwa pelaksanaan operasi pasar murah ini merupakan langkah strategis instansi untuk memberikan dampak sosial-ekonomi langsung di tengah masyarakat.
“Melalui Bazar Pasar Murah ini, kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan yang harmonis antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Hindarsono.

Fasilitasi Sektor Usaha Mikro Lokal
Selain intervensi harga pangan, agenda eksternal ini juga mengintegrasikan sektor ekonomi kreatif dengan memfasilitasi sejumlah pelaku usaha mikro binaan Pengurus Daerah Bhayangkari Kalimantan Barat. Langkah ini dioptimalkan sebagai stimulan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayah perkotaan.
Sejumlah pelaku usaha lokal yang dilibatkan dalam stan komersial tersebut antara lain Pempek Najwa, 5 CM, Dapur Makyan (sate dan siomay), Ceenun Food (pempek dan dimsum), Takoyaki Mr. Han (takoyaki dan kebab), Butterfly Kue Lapis (aneka kue jajanan pasar), AGD Rink (sushi dan alpen tart), serta Stand Bhayangkari.
Wakapolda menambahkan, keterlibatan aktif organisasi Bhayangkari dalam menghadirkan klaster UMKM merupakan komitmen bersama untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah. Melalui sinergi tersebut, diharapkan visi pelayanan dan pengayoman institusi penegak hukum dapat menyentuh aspek kesejahteraan riil masyarakat luas.
(Hendrawan)