Dampak pemadaman listrik bergilir akibat krisis kelistrikan yang melanda wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir dilaporkan terus meluas ke sektor pelayanan publik vital. Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mengonfirmasi bahwa ketidakstabilan suplai daya dari interkoneksi jaringan kini mulai mengganggu kelancaran operasional seluruh area produksi air bersih di Kota Pontianak.
Otoritas penyedia air minum daerah memproyeksikan terjadinya penurunan volume hingga potensi penghentian sementara distribusi suplai ke ribuan jaringan pelanggan selama proses penyesuaian sistem kelistrikan darurat masih berlangsung di lapangan.
“Sehubungan dengan adanya penyesuaian pasokan listrik melalui pemadaman terjadwal oleh pihak terkait dalam beberapa hari terakhir, maka operasional pada seluruh area produksi kami berpotensi turut mengalami kendala pada kelancaran proses produksi air bersih,” tulis Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa dalam keterangan resminya, Minggu (5/7/2026).
Lima Instalasi Pengolahan Utama Alami Gangguan Operasional
Berdasarkan pemetaan taktis manajemen operasional, gangguan suplai daya listrik ini melumpuhkan instrumen mesin pompa mekanis pada sejumlah kluster infrastruktur krusial. Area terdampak mencakup Instalasi Pengolahan Air (IPA) I, II, III, IV, dan V Imam Bonjol, IPA Selat Panjang, IPA Parit Mayor, serta IPA Nipah Kuning.
