Sab, 18/07/26 · 04.30.26
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Jangan Diabaikan! Kunci Keberhasilan Terapi Anak Cerebral Palsy Ada di Kesiapan Orang Tua

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Kamis, 23 April 2026 · 15:202 menit baca
Jangan Diabaikan! Kunci Keberhasilan Terapi Anak Cerebral Palsy Ada di Kesiapan Orang Tua
Suasana edukasi pasien dan keluarga terkait fisioterapi Cerebral Palsy di Klinik Penyakit Anak RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak, Kamis (23/4/2026). (Dok. TNP)

Nusantarapost.news, Kalimantan Barat – Upaya meningkatkan kualitas hidup anak dengan Cerebral Palsy tidak hanya bergantung pada terapi medis semata. Peran orang tua justru menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan terapi, terutama dalam menjalani program fisioterapi secara konsisten dan berkelanjutan.

Fisioterapis RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Endang Sari Purwatiningsih, mengungkapkan bahwa Cerebral Palsy merupakan gangguan perkembangan gerak dan postur akibat kerusakan pada otak yang terjadi sejak dini.

Kondisi ini membuat anak mengalami keterbatasan dalam bergerak, koordinasi, hingga aktivitas sehari-hari.

“Oleh karena itu, fisioterapi menjadi salah satu penanganan utama untuk membantu meningkatkan kemampuan motorik anak,” ujarnya saat memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung Klinik Penyakit Anak RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (23/4/2026).

Data Pemkot: 72 Persen Pelaku UMKM di Pontianak Didominasi Perempuan
Baca Juga

Data Pemkot: 72 Persen Pelaku UMKM di Pontianak Didominasi Perempuan

Endang menegaskan bahwa terapi fisioterapi untuk pasien Cerebral Palsy tidak bisa disamaratakan harus disesuaikan dengan usia, tingkat keparahan, dan kebutuhan fungsional masing-masing anak.

Yang kerap terlupakan, kata dia, adalah bahwa terapi terbaik bukan hanya yang dilakukan di rumah sakit, melainkan yang dilanjutkan secara konsisten di rumah.

“Ada beberapa hal penting yang sering dilupakan yaitu terapi terbaik bukan hanya yang dilakukan di rumah sakit, tapi yang dilanjutkan secara konsisten di rumah. Peran orang tua sangat besar dalam mengulang latihan sederhana setiap hari,” imbuhnya.

Endang menganjurkan sejumlah latihan yang dapat dilakukan orang tua secara aman di rumah, namun tetap harus disesuaikan dengan arahan fisioterapis.

Audiensi dengan Pertamina, Bupati Ketapang Fokuskan Pemenuhan BBM untuk Sektor Perikanan dan Kawasan 3T
Baca Juga

Audiensi dengan Pertamina, Bupati Ketapang Fokuskan Pemenuhan BBM untuk Sektor Perikanan dan Kawasan 3T

Latihan tersebut meliputi peregangan untuk mencegah kaku dan menjaga kelenturan otot, latihan posisi untuk melatih kontrol tubuh, latihan kekuatan sederhana untuk memperkuat otot, latihan keseimbangan untuk meningkatkan stabilitas tubuh, serta latihan fungsional untuk melatih kemandirian aktivitas sehari-hari.

Endang juga mengingatkan orang tua untuk melakukan latihan secara rutin dan konsisten tidak harus lama, tapi berulang. Ia menyarankan agar latihan dikemas seperti bermain supaya anak tidak bosan, memberikan pujian atas setiap kemajuan kecil, menghentikan latihan jika anak tampak kesakitan atau kelelahan berlebihan, serta berkonsultasi secara berkala dengan fisioterapis untuk memantau perkembangan anak.

“Melalui kesiapan dan keterlibatan aktif dari orang tua, harapan untuk meningkatkan kemandirian anak dengan Cerebral Palsy bukanlah hal yang mustahil,” tutup Endang.

(Rld)