Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) menggelar aksi demonstrasi di halaman Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat pada Jumat (12/6/2026). Massa aksi mendatangi kawasan parlemen daerah untuk menyuarakan keresahan masyarakat terkait tekanan ekonomi serta lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM).
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan kajian persoalan ekonomi serta beberapa isu strategis berskala nasional maupun regional. Beberapa isu yang diangkat di antaranya pengalokasian anggaran daerah untuk pengadaan mobil dinas baru gubernur, hilirisasi industri yang dinilai terlalu berorientasi pada sektor kelapa sawit, hingga persoalan kedaulatan pangan.
Sekretaris Jenderal Solmadapar, Barnaz, menjelaskan bahwa fokus utama kajian mereka bertumpu pada peta perekonomian Kalimantan Barat saat ini, utamanya dampak rambatan dari kenaikan harga BBM dan penguatan kurs dolar AS terhadap harga komoditas lokal yang memicu membengkaknya biaya logistik akibat ketergantungan pasokan barang dari luar wilayah.
“Fokus kajian dari kawan-kawan hari ini adalah pembahasan soal ekonomi Kalimantan Barat dewasa ini, karena melihat berita-berita yang terjadi saat ini seperti kenaikan dolar dan kenaikan BBM. Hal itu akan mempengaruhi harga-harga barang yang ada di Kalimantan Barat. Ketergantungan itulah yang kami soroti,” ujar Barnaz saat diwawancarai di lokasi aksi.

