Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 menjadi momentum krusial bagi gerakan mahasiswa untuk menyuarakan keberpihakan kepada kelas pekerja. Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Tanjungpura (Untan), Muhammad Fathir Maulana, menekankan pentingnya merefleksikan kembali posisi buruh dalam struktur ekonomi dan sosial yang dinilai masih sangat rentan.
Fathir menyoroti bahwa di tengah dinamika ketenagakerjaan yang terus berkembang pesat, buruh masih terjebak pada posisi dengan daya tawar yang terbatas.
Menurutnya, isu-isu mendasar seperti kesejahteraan, perlindungan, dan kepastian kerja bukan sekadar masalah individu, melainkan persoalan kolektif.
Dalam keterangannya, Fathir menyebutkan bahwa perpecahan atau fragmentasi antar-sektor pekerja justru menjadi penghambat utama dalam perjuangan hak-hak buruh.
