Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

May Day 2026: Refleksi Presma Untan Terhadap Kerentanan Buruh dalam Struktur Ekonomi

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 1 Mei 2026 · 17:461 menit baca
May Day 2026: Refleksi Presma Untan Terhadap Kerentanan Buruh dalam Struktur Ekonomi
Muhammad Fathir Maulana, Presiden Mahasiswa Universitas Tanjungpura, yang memberikan pernyataan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional 2026. (Dok. HO/TNP)

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 menjadi momentum krusial bagi gerakan mahasiswa untuk menyuarakan keberpihakan kepada kelas pekerja. Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Tanjungpura (Untan), Muhammad Fathir Maulana, menekankan pentingnya merefleksikan kembali posisi buruh dalam struktur ekonomi dan sosial yang dinilai masih sangat rentan.

Fathir menyoroti bahwa di tengah dinamika ketenagakerjaan yang terus berkembang pesat, buruh masih terjebak pada posisi dengan daya tawar yang terbatas.

Menurutnya, isu-isu mendasar seperti kesejahteraan, perlindungan, dan kepastian kerja bukan sekadar masalah individu, melainkan persoalan kolektif.

Dalam keterangannya, Fathir menyebutkan bahwa perpecahan atau fragmentasi antar-sektor pekerja justru menjadi penghambat utama dalam perjuangan hak-hak buruh.

Imbas Intrusi Air Asin, Pemkot Pontianak Siapkan Titik Pengambilan Air Tawar Gratis
Baca Juga

Imbas Intrusi Air Asin, Pemkot Pontianak Siapkan Titik Pengambilan Air Tawar Gratis

“Isu kesejahteraan tidak bisa diposisikan sebagai persoalan individu semata. Fragmentasi antar sektor maupun perbedaan kepentingan justru berpotensi melemahkan posisi buruh dalam memperjuangkan hak-haknya,” ujar Fathir, Jumat (1/5/2026).

Ia mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan solidaritas adalah kekuatan utama gerakan buruh. Persatuan menjadi kunci untuk membangun posisi tawar yang lebih seimbang dalam relasi industrial antara pekerja dan pemberi kerja.

Lebih lanjut, Presma Untan ini menegaskan bahwa May Day seharusnya tidak hanya dirayakan sebagai peringatan simbolik atau rutinitas tahunan.

Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran kolektif buruh sebagai bagian inti dari proses pembangunan bangsa.

Pontianak Buktikan Kelayakan Gelar Turnamen Bulu Tangkis Internasional Berkelas Dunia
Baca Juga

Pontianak Buktikan Kelayakan Gelar Turnamen Bulu Tangkis Internasional Berkelas Dunia

“Buruh sebagai bagian penting dalam proses pembangunan perlu menegaskan posisinya melalui solidaritas yang terorganisir. Tanpa adanya persatuan, buruh akan terus berada pada posisi yang kurang menguntungkan di tengah arus pembangunan ekonomi,” tegasnya.

(Dayank Ana)