Sab, 13/06/26 · 12.40.23
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pengembangan Wisata Perbatasan, Infrastruktur Pantai Temajuk Ditinjau

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 13 Juni 2026 · 17:362 menit baca
Pengembangan Wisata Perbatasan, Infrastruktur Pantai Temajuk Ditinjau
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memetakan percepatan infrastruktur jalan, listrik, dan jaringan di Pantai Temajuk Sambas guna mendorong ekowisata perbatasan. (Dok. Adpim Kalbar)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memetakan langkah strategis pengembangan infrastruktur di kawasan Pantai Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Penataan aksesibilitas dan fasilitas penunjang di wilayah perbatasan tersebut dibahas dalam kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam rangkaian kegiatan Gema Membangun Desa (GMD) pada Jumat (12/6/2026).

Peninjauan difokuskan pada kawasan Pantai Temajuk guna mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kawasan, ketersediaan infrastruktur, serta menyerap aspirasi dari masyarakat dan pelaku usaha setempat. Pantai Temajuk memiliki garis pantai sepanjang sekitar 60 kilometer dan dinilai memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

“Kunjungan ini kita fokuskan untuk melihat langsung kondisi Pantai Temajuk sekaligus mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur yang diperlukan agar kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Ria Norsan.

Pemerintah Soroti Lambatnya Pelayanan Rumah Sakit Daerah di Tengah Fleksibilitas BLUD
Baca Juga

Pemerintah Soroti Lambatnya Pelayanan Rumah Sakit Daerah di Tengah Fleksibilitas BLUD

Norsan menjelaskan bahwa Pantai Temajuk memiliki potensi kompetitif jika didukung oleh infrastruktur dan fasilitas yang memadai untuk memudahkan mobilitas pengunjung.

“Temajuk adalah salah satu permata wisata Kalimantan Barat. Keindahan alamnya sangat luar biasa. Karena itu, pembangunan akses jalan serta fasilitas pendukung lainnya harus terus kita dorong agar wisatawan semakin mudah dan nyaman berkunjung ke sini,” jelasnya.

Selain akses jalan, sektor telekomunikasi berupa stabilitas jaringan serta kepastian pasokan listrik menjadi perhatian untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal, khususnya bagi penyedia homestay dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan pesisir.

Norsan menilai pengembangan pariwisata di wilayah tersebut wajib mengedepankan prinsip berkelanjutan untuk menjaga kelestarian lingkungan, mengingat kawasan Paloh merupakan salah satu habitat penyu yang dilindungi.

HUT Ke-63 Fakultas Pertanian Untan, Gubernur Kalbar Dorong Inovasi Pangan Ramah Lingkungan
Baca Juga

HUT Ke-63 Fakultas Pertanian Untan, Gubernur Kalbar Dorong Inovasi Pangan Ramah Lingkungan

“Kita ingin pembangunan pariwisata di Temajuk berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Konsep ekowisata harus menjadi landasan utama agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam yang menjadi daya tarik utamanya,” tegasnya.

Beberapa poin yang menjadi catatan dalam pengembangan ini meliputi peningkatan kapasitas tata kelola homestay sesuai standar Sapta Pesona, standarisasi higienitas kuliner lokal, penguatan atraksi berbasis alam dan budaya, serta pembukaan peluang investasi yang melibatkan komunitas lokal.

“Kita harus mendorong kolaborasi seluruh pihak agar Temajuk memiliki paket wisata yang lengkap, mulai dari wisata pantai, konservasi penyu, hingga wisata budaya perbatasan. Investor yang masuk juga harus berkomitmen menjaga lingkungan dan melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangannya,” ujarnya.

Posisi geografis Temajuk yang bersebelahan dengan Telok Melano di Sarawak dinilai sebagai peluang untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia dan Brunei Darussalam, melalui penguatan fungsi Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

“Kita harus siap menyambut wisatawan dari negara tetangga. Ketika mereka memasuki wilayah Indonesia melalui Temajuk, yang mereka lihat harus mencerminkan wajah terbaik bangsa ini, mulai dari infrastruktur yang baik, lingkungan yang bersih, hingga keramahan masyarakatnya,” pungkasnya.

(Hendrawan)