Sab, 18/07/26 · 02.53.30
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Sasar Pertumbuhan Ekonomi, Krisantus Kurniawan Desak Pusat Buka Akses Jalan ke Terminal Kijing

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 6 Mei 2026 · 22:092 menit baca
Sasar Pertumbuhan Ekonomi, Krisantus Kurniawan Desak Pusat Buka Akses Jalan ke Terminal Kijing
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mendesak operasional penuh Terminal Internasional Kijing di Mempawah untuk dorong ekonomi dan atasi kerugian fiskal. (Dok. HO/TNP)

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendesak percepatan operasional penuh Terminal Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah. Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mengatasi kerugian fiskal akibat belum optimalnya aktivitas pelabuhan.

Krisantus menyoroti bahwa selama ini pencatatan hasil alam Kalimantan Barat justru terjadi di daerah lain seperti Jakarta. Kondisi tersebut merugikan daerah karena sumber daya alam berasal dari Kalbar, namun manfaat fiskalnya tidak terserap maksimal oleh provinsi.

“Kita sudah rugi banyak. Pencatatan hasil alam justru terjadi di daerah lain seperti Jakarta, padahal sumber daya berasal dari Kalbar. Saya tidak terlalu mempersoalkan status jalannya, yang penting akses segera dibuka,” tegas Krisantus dalam arahannya pada Rabu (6/5/2026).

Lebih lanjut, ia meminta pemerintah pusat segera membuka akses jalan, baik melalui pembangunan jalan tol maupun jalur alternatif baru guna mengurai hambatan logistik. Krisantus berpendapat bahwa operasional penuh harus didorong terlebih dahulu agar aktivitas ekonomi meningkat, yang nantinya akan memicu pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung.

Perkuat Konektivitas, Pemerintah Rencanakan Penambahan PLBN dan Jalan Perbatasan
Baca Juga

Perkuat Konektivitas, Pemerintah Rencanakan Penambahan PLBN dan Jalan Perbatasan

Selain fokus pada Kijing, Krisantus mengingatkan pentingnya menjaga operasional Pelabuhan Dwikora. Mengingat kondisi Muara Kapuas yang dangkal, ia membuka peluang kolaborasi dengan investor untuk pengerukan alur sungai guna menjamin distribusi kebutuhan vital seperti BBM dan oksigen medis tetap lancar.

Krisantus juga mendorong keterlibatan Bank Kalbar dalam ekosistem ekonomi Pelabuhan Kijing untuk memastikan perputaran keuangan tetap berada di daerah.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak, Yanto, menyatakan komitmennya dalam mempercepat operasional penuh Terminal Kijing. Menurutnya, integrasi antara konektivitas jalan, kesiapan kawasan industri (hinterland), dan digitalisasi layanan menjadi kunci menekan biaya logistik.

“Pelabuhan Kijing bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan Kalbar. Kita ingin arus barang lebih cepat, efisien, dan kompetitif,” jelas Yanto.

APBD Terbebani Gaji PPPK, Wagub Krisantus Tuntut DBH Adil ke Banggar DPR RI
Baca Juga

APBD Terbebani Gaji PPPK, Wagub Krisantus Tuntut DBH Adil ke Banggar DPR RI

Pelindo merencanakan pengembangan infrastruktur tambahan, termasuk dermaga curah cair untuk komoditas CPO, pembangunan sistem conveyor, dan optimalisasi jaringan pipa. Mengingat 75 persen biaya logistik berada di sektor darat, pembangunan jalan tol dianggap krusial untuk menghindari bottleneck.

Terminal Kijing diproyeksikan menjadi hub logistik paling efisien di koridor ekonomi Kalimantan, terlebih dengan rencana pembangunan dua smelter tambahan oleh MIND ID di kawasan tersebut.

(Dayank Ana)