Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

TBM Sahabat Cita Khatulistiwa Perkuat Program Literasi Inklusif di Ketapang

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Jumat, 23 Oktober 2026 · 20:282 menit baca
TBM Sahabat Cita Khatulistiwa Perkuat Program Literasi Inklusif di Ketapang
TBM Sahabat Cita Khatulistiwa memperkuat gerakan literasi inklusif di Ketapang melalui pemberdayaan masyarakat dan bantuan warga terdampak karhutla. (Dok. HO/TNP)

Komunitas Literasi Sahabat Cita Khatulistiwa yang mengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kabupaten Ketapang bertransformasi menjalankan program prioritas Perpustakaan Nasional melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusif Sosial (TPBIS), Jumat, (23/10/2026). Lembaga tersebut aktif memperluas fungsi perpustakaan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat serta telah terdaftar resmi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Ketapang, Forum TBM, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang.

Peran penting sumber daya penggerak serta partisipasi relawan dalam memperkuat eksistensi organisasi di tengah masyarakat dipaparkan oleh Ketua TBM Sahabat Cita Khatulistiwa, Marlina.

Kemitraan strategis yang telah terjalin bersama Perpustakaan Daerah, perguruan tinggi, sekolah, organisasi penyandang disabilitas, kelompok keagamaan, hingga lembaga filantropi dijelaskan lebih lanjut oleh Marlina.

“Kerjasama ini menandai lembaga literasi ini sangat inklusif dalam menjawab tantangan kekinian yakni melakukan transformasi kearah pemberdayaan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Marlina.

Soroti Polarisasi Digital, Edi Rusdi Kamtono Minta Generasi Muda Kawal Kebijakan Publik
Baca Juga

Soroti Polarisasi Digital, Edi Rusdi Kamtono Minta Generasi Muda Kawal Kebijakan Publik

Aksi tanggap darurat dalam menangani warga terdampak musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang turut disampaikan olehnya.

“Aksi tanggap cepat merespon situasi Karhutla, adalah menggalang donasi kemanusian dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam penguatan dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Jelai Hulu, Matan Hilir Utara, Matan Hilir Selatan, Delta Pawan dan Benua Kayong Kabupaten Ketapang dengan membagikan masker, 30.000 liter air bersih, 6.000 liter air minum, dan 100 paket sembako kepada wanita hamil, ibu menyusui, lansia dan kelompok perempuan yang terdampak Karhutla,” jelas Marlina.

Langkah pemetaan terhadap kelompok perempuan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan lahan di Kecamatan Matan Hilir Selatan diutarakan oleh Marlina.

“Tindak lanjut dari analisis pemetaan ini adalah dengan membuat mitigasi kebencanaan dan mendorong insentif program literasi terhadap kelompok rentan, diantaranya melakukan pendidikan dan pemberdayaan kepada kelompok muda dan perempuan dalam menghadapi krisis iklim di bidang pertanian,” ujar Marlina.

Melihat Maraknya UMKM sebagai Cermin Keterbatasan Lapangan Kerja
Baca Juga

Melihat Maraknya UMKM sebagai Cermin Keterbatasan Lapangan Kerja

Program distribusi 10.000 Al-Qur’an ke lembaga pendidikan dan rumah ibadah di 20 kecamatan serta pendataan balita terdampak karhutla untuk pemberian nutrisi penekan risiko ISPA dan diare dirinci olehnya.

Selain itu, pelaksanaan program Read Aloud bagi siswa sekolah dasar di Kecamatan Benua Kayong yang berjalan sejak 2024 serta penyelenggaraan Festival Literasi Inklusif Tanah Kayong 2026 dipaparkan pula oleh Marlina.

“Sahabat Cita Khatulistiwa telah melibatkan banyak pihak dalam kegiatan di Festival Literasi Inklusif Tanah Kayong 2026, diantaranya lokakarya syair gulung, lokakarya alih suara dan lokakarya kuliner lokal khas Ketapang yang mendapat apresiasi dari Bunda Literasi Kabupaten Ketapang,” kata Marlina.

Partisipasi aktif relawan dalam bimtek literasi informasi, pemberdayaan komunitas, kepenulisan budaya lokal, serta pelestarian naskah kuno yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional, Balai Bahasa Kalbar, dan Dinas Kearsipan Ketapang ditegaskan olehnya.

“Literasi bukan hanya soal meningkatkan pengetahuan namun juga terpenting memiliki kemauan dan tekad untuk berbuat lebih banyak dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ketapang,” tutur Marlina.

(Rudi)