Sel, 28/07/26 · 02.02.26
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Untan dan STIKES Kapuas Raya Terapkan Teknologi Tepat Guna di Desa Sungai Ana

Bintang Azhar
Bintang Azhar
Selasa, 28 Juli 2026 · 08:051 menit baca
Untan dan STIKES Kapuas Raya Terapkan Teknologi Tepat Guna di Desa Sungai Ana
Untan dan STIKES Kapuas Raya menerapkan Teknologi Tepat Guna di Desa Sungai Ana, Sintang. Kapasitas UMKM dan pengelolaan sampah BUMDes meningkat pesat. (Dok. HO/TNP)

Universitas Tanjungpura (Untan) bersama STIKES Kapuas Raya menerapkan serangkaian Teknologi Tepat Guna untuk mendorong hilirisasi produk UMKM serta pengelolaan sampah terintegrasi di Desa Sungai Ana, Kabupaten Sintang.

Pendampingan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Pemberdayaan Desa Binaan tersebut difokuskan pada penguatan produksi olahan pangan lokal dan pengolahan limbah berbasis ekonomi sirkular.

Sejumlah fasilitas mesin produksi disalurkan untuk menunjang usaha warga, meliputi mesin pengaduk bahan kompos, mesin pengayak pupuk kompos, vacuum sealer, nitrogen flushing gas sealer, solar dryer cabinet, lemari pendingin produk, freezer penyimpan bahan baku, serta peralatan produksi dan pengemasan pangan higienis.

Penerapan teknologi tersebut tercatat mendongkrak kapasitas produksi kerupuk basah (temet) dari 5 kilogram menjadi 15 kilogram per hari, serta keripik tempe dari 3 kilogram menjadi 15 kilogram per hari.

Untan dan ITBSS Terapkan Teknologi Tepat Guna untuk Pengolahan Kelapa dan Keladi di Kubu Raya
Baca Juga

Untan dan ITBSS Terapkan Teknologi Tepat Guna untuk Pengolahan Kelapa dan Keladi di Kubu Raya

Diversifikasi produk pangan baru juga berhasil dikembangkan oleh kelompok UMKM setempat, mencakup produksi susu kedelai, abon ikan lele, lele crispy, hingga lele asap.

Pada sektor lingkungan, BUMDes Desa Sungai Ana kini mampu mengolah sekitar 300 kilogram sampah per hari dengan jangkauan layanan pengangkutan mencakup 250 kepala keluarga.

Sampah organik diproses menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik diolah menjadi cacahan plastik yang memiliki nilai jual.

Antrean SPBU Mengular, Pemkot Pontianak Desak Pertamina Pulihkan Distribusi BBM
Baca Juga

Antrean SPBU Mengular, Pemkot Pontianak Desak Pertamina Pulihkan Distribusi BBM

Fase pendampingan tahun kedua diarahkan pada konsolidasi kemandirian warga melalui perbaikan standar operasional produksi, manajemen keuangan, hingga pemasaran digital.

Skema pemberdayaan ini didukung langsung oleh pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

“Dukungan DPPM menjadi faktor kunci dalam terlaksananya kolaborasi antara Universitas Tanjungpura dan STIKES Kapuas Raya sehingga inovasi teknologi tepat guna dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sungai Ana dan memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular,” ujar Ketua Tim Pengabdian Eka Priadi.

(Azhar)