Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengesahkan program intervensi sosial untuk memperkuat tata kelola limbah domestik. Langkah ini diwujudkan melalui pembekalan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkungan Hidup Tahun 2026 yang difokuskan pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Langkah taktis penanganan ini dipicu oleh tingginya volume timbulan sampah harian di dua wilayah perkotaan utama. Berdasarkan basis data tahun 2025, volume sampah di Kota Banjarbaru telah menembus angka 199 ton per hari, sementara Kabupaten Tanah Bumbu mencatatkan produksi sampah mencapai 198 ton per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, menegaskan bahwa pemecahan persoalan krusial ini tidak bisa lagi bertumpu secara tunggal pada infrastruktur pemerintah, melainkan wajib melibatkan instrumen kolaborasi multipihak di tingkat akar rumput.
“Melalui KKN Tematik ini, mahasiswa diharapkan hadir sebagai agent of change yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumber, mendorong penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), mengembangkan ekonomi sirkular berbasis masyarakat, memperkuat peran bank sampah dan TPS3R, serta mengajak masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” ujar Rahmat Prapto Udoyo di Banjarbaru, Kamis (2/7/2026).

