Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Rapat Identifikasi dan Analisis dalam Pengembangan Sistem Informasi terkait mitigasi bencana di Banjarmasin. Rapat itu antara lain membahas mitigasi banjir rob yang kerap terjadi di kota tersebut.
Analis Kebencanaan Ahli Muda dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi BNPB, Sesa Wiguna, menjelaskan pemerintah daerah (pemda) dapat menggunakan aplikasi inaRISK. Informasi yang rencananya tersedia dalam sistem tersebut mencakup wilayah yang terendam air, potensi banjir, dan peringatan air pasang.
“Melalui inaRISK ini kita bisa mengetahui informasi-informasi mengenai kebencanaan. Misal ada gempa, atau banjir juga bisa terdeteksi dari sini,” kata Sesa, Kamis (29/10/2026) malam.
Menurut Sesa, penggunaan inaRISK dapat mempermudah pemda dalam menanggulangi bencana, sekaligus memudahkan penyampaian informasi kepada masyarakat. Lewat aplikasi itu, masyarakat dapat mengakses informasi bencana dalam tiga tahap, yakni mitigasi sebelum, saat, dan sesudah bencana terjadi.