Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan menutup total akses Jalan Sungai Lulut yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Banjar selama tiga hingga empat minggu ke depan. Langkah penutupan ini diambil menyusul insiden amblasnya badan jalan utama tersebut setelah sebelumnya terdeteksi mengalami keretakan struktural.
Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan M. Fitri Hernadi menjelaskan, laporan mengenai keretakan aspal mulai diterima pada 14 Juli, yang kemudian disusul amblasnya sebagian lajur jalan pada Rabu, (15/7/2026) dini hari.
Guna menjaga kelancaran distribusi logistik dan mobilitas warga, Dishub Kalsel bersama Forum Lalu Lintas Provinsi dan Kota Banjarmasin tengah memberlakukan rekayasa arus kendaraan stasioner di jalur alternatif sekitar kawasan terdampak.
“Begitu mendapat informasi jalan amblas, pagi harinya kami langsung berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas Provinsi Kalimantan Selatan. Selanjutnya kami juga berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas Kota Banjarmasin dan berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk menentukan langkah penanganan. Hari ini kami bersama forum lalu lintas melakukan survei langsung ke lapangan. Kami melihat jalan-jalan alternatif dan melakukan simulasi rekayasa lalu lintas. Karena kawasan Sungai Lulut memang setiap hari memiliki volume kendaraan yang cukup padat, tentu akan ada peningkatan arus di jalur alternatif, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari,” ujar Fitri Hernadi saat memberikan keterangan di Banjarmasin.

