Rab, 08/07/26 · 10.03.53
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Kejar Target Ekonomi 8 Persen, Pemprov Kalsel Pacu Hilirisasi UMKM di Kalsel Expo 2026

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 8 Juli 2026 · 14:562 menit baca
Kejar Target Ekonomi 8 Persen, Pemprov Kalsel Pacu Hilirisasi UMKM di Kalsel Expo 2026
Pemprov Kalsel menargetkan pertumbuhan ekonomi 8,1 persen dengan mendorong hilirisasi komoditas endemik dan kerajinan lokal pada ajang Kalsel Expo 2026. (Dok. Adpim Kalsel)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengintegrasikan instrumen pameran dagang tahunan dengan target makro pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,1 persen. Melalui penyelenggaraan Kalsel Expo 2026, otoritas wilayah menggeser fokus promosi komoditas dari penjualan bahan mentah menjadi penguatan rantai pasok industri hilir skala mikro dan menengah.

Langkah taktis perdagangan tersebut dimatangkan dalam rakoor lintas sektor dan pelaku usaha di Banjarbaru, Rabu (8/7/2026).

Dinas Perdagangan bersama Dinas Perindustrian menetapkan standardisasi produk bernilai tambah tinggi sebagai syarat utama komoditas yang akan dipertemukan dengan investor dan jejaring pasar global.

“Kalsel Expo bukan sekadar pameran, tetapi menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM, dunia usaha, investor, dan masyarakat. Sesuai arahan Gubernur H. Muhidin, kita ingin produk-produk unggulan Kalimantan Selatan semakin dikenal, pasar semakin luas, dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan.

Otorita IKN Gandeng BI dan OJK Guna Memperluas Akses Modal UMKM
Baca Juga

Otorita IKN Gandeng BI dan OJK Guna Memperluas Akses Modal UMKM

Industrialisasi Komoditas Endemik dan Olahan Kayu Ulin
Dalam pemetaan sektor pengolahan, kluster pangan dan kerajinan tangan menjadi prioritas restrukturisasi nilai jual. Varietas pisang Tundang yang merupakan tumbuhan endemik Kabupaten Tanah Laut diproyeksikan lepas dari skema penjualan buah mentah lewat konversi massal menjadi produk olahan sekunder komersial.

Selain pangan, pemanfaatan limbah material lokal juga didorong untuk menembus pasar dekorasi premium. Diversifikasi produk mencakup kerajinan berbasis daur ulang kayu ulin serta pemanfaatan teknologi tepat guna hasil rekayasa industri logam domestik.

“Tahun ini kami mengangkat pisang Tundang, pisang endemik Tanah Laut. Yang kami tampilkan bukan hanya buahnya, tetapi hasil hilirisasinya seperti keripik, kue, dan berbagai olahan lainnya. Harapannya, UMKM dan IKM dapat melihat bahwa komoditas lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” kata Kepala Dinas Perindustrian Kalimantan Selatan, Miftahul Chair.

Miftahul Chair menambahkan, di stan Dekranasda juga akan ditampilkan kain sasirangan hingga produk set dapur berbahan kayu ulin daur ulang untuk membuktikan daya saing kreativitas lokal.

Melemah di Tengah Pekan, Harga Emas Perhiasan 999 di Martapura Turun Rp 20 Ribu per Gram
Baca Juga

Melemah di Tengah Pekan, Harga Emas Perhiasan 999 di Martapura Turun Rp 20 Ribu per Gram

Untuk menjamin kepastian hukum operasional pelaku usaha, otoritas setempat membuka pos edukasi regulasi mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal massal.

“Kami ingin UMKM dan IKM tidak hanya memamerkan produknya, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan informasi yang dapat membantu mereka berkembang. Melalui pojok konsultasi ini, pelaku usaha dapat berkonsultasi mengenai sertifikasi halal, NIB, maupun berbagai layanan pembinaan yang tersedia di Dinas Perindustrian,” tutur Miftahul Chair.

Mobilisasi Logistik Massal untuk Pengunjung Pameran
Guna mengantisipasi kemacetan dan mengamankan volume transaksi bisnis selama pameran, pemerintah daerah melakukan intervensi infrastruktur transportasi dengan menyiagakan armada bus pengantar (shuttle bus) gratis dari Dinas Perhubungan menuju pusat kegiatan.

Fasilitas penunjang di lokasi juga diperketat dengan penyediaan instalasi tangki air bersih untuk ibadah domestik guna menjamin kenyamanan operasional pengunjung publik.

Pemerintah menargetkan perluasan penetrasi pasar domestik ini mampu membuka lapangan kerja baru serta menstabilkan neraca perdagangan regional pasca-pandemi.

(Dayank Ana)