Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengintegrasikan instrumen pameran dagang tahunan dengan target makro pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,1 persen. Melalui penyelenggaraan Kalsel Expo 2026, otoritas wilayah menggeser fokus promosi komoditas dari penjualan bahan mentah menjadi penguatan rantai pasok industri hilir skala mikro dan menengah.
Langkah taktis perdagangan tersebut dimatangkan dalam rakoor lintas sektor dan pelaku usaha di Banjarbaru, Rabu (8/7/2026).
Dinas Perdagangan bersama Dinas Perindustrian menetapkan standardisasi produk bernilai tambah tinggi sebagai syarat utama komoditas yang akan dipertemukan dengan investor dan jejaring pasar global.
“Kalsel Expo bukan sekadar pameran, tetapi menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM, dunia usaha, investor, dan masyarakat. Sesuai arahan Gubernur H. Muhidin, kita ingin produk-produk unggulan Kalimantan Selatan semakin dikenal, pasar semakin luas, dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan.

