Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

BMKG Deteksi 163 Titik Panas Karhutla Tersebar di Kalimantan Timur

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Sabtu, 7 November 2026 · 13:452 menit baca
BMKG Deteksi 163 Titik Panas Karhutla Tersebar di Kalimantan Timur
BMKG memantau 163 titik panas di Kaltim dengan tingkat kepercayaan sedang. BPBD mengimbau kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla. (Dok. BMKG Kaltim)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memantau sebanyak 163 titik panas yang tersebar di wilayah Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan pemantauan data satelit. Peningkatan deteksi titik panas tersebut menempatkan kawasan Kalimantan Timur berada dalam kondisi kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Seluruh sebaran titik panas yang terpantau dipastikan berada pada kategori tingkat kepercayaan sedang tanpa adanya temuan titik panas berkategori tinggi. Imbauan kesiapsiagaan kepada pihak berwenang guna mengantisipasi bahaya kebakaran hutan dan lahan disampaikan oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kaltim.

Masyarakat turut diseru untuk tidak melakukan pembersihan lahan dengan metode pembakaran serta segera melaporkan temuan titik api kepada petugas lapangan. Kondisi nihil titik panas di wilayah Penajam Paser Utara berkat pengaruh curah hujan dikonfirmasi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah PPU Nurlaila.

“Dua hari terakhir ini, wilayah PPU nihil titik panas. Kondisi ini kemungkinan karena sejumlah daerah di PPU terkena guyuran hujan dan cuaca juga mendung, sehingga lahan dan hutan menjadi basah,” ujar Nurlaila, Sabtu, (7/11/2026).

BNPB Rilis Laporan Sejumlah Kejadian Bencana Karhutla hingga Banjir di Berbagai Daerah
Baca Juga

BNPB Rilis Laporan Sejumlah Kejadian Bencana Karhutla hingga Banjir di Berbagai Daerah

Sementara itu, sumber sebaran titik panas di wilayah Kota Balikpapan dipastikan bukan berasal dari peristiwa kebakaran lahan. Penjelasan teknis terkait asal pancaran panas industri serta area rawan bencana kebakaran dipaparkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan Usman Ali.

“Namun kami tetap siaga seperti biasa, karena ancaman karhutla bisa kapan saja terjadi khususnya di wilayah rawan yakni di Kecamatan Balikpapan Utara, Timur dan Barat. Sedangkan ancaman kebakaran juga mengintai kawasan pemukiman di seluruh kota Balikpapan,” kata Usman Ali, Sabtu, (7/11/2026).

Potensi bencana lokal seperti kebakaran permukiman dan tanah longsor diimbau agar terus diwaspadai oleh warga di seluruh kawasan perkotaan.

“Kami mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lokal seperti tanah longsor serta bahaya kebakaran permukiman akibat instalasi listrik atau aktivitas dapur. Termasuk larangan membuka lahan dengan cara dibakar saat musim kering saat ini, selalu memantau lingkungan masing-masing,” tutur Usman Ali, Sabtu, (7/11/2026).

(Rudi)