Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memantau sebanyak 163 titik panas yang tersebar di wilayah Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan pemantauan data satelit. Peningkatan deteksi titik panas tersebut menempatkan kawasan Kalimantan Timur berada dalam kondisi kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Seluruh sebaran titik panas yang terpantau dipastikan berada pada kategori tingkat kepercayaan sedang tanpa adanya temuan titik panas berkategori tinggi. Imbauan kesiapsiagaan kepada pihak berwenang guna mengantisipasi bahaya kebakaran hutan dan lahan disampaikan oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kaltim.
Masyarakat turut diseru untuk tidak melakukan pembersihan lahan dengan metode pembakaran serta segera melaporkan temuan titik api kepada petugas lapangan. Kondisi nihil titik panas di wilayah Penajam Paser Utara berkat pengaruh curah hujan dikonfirmasi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah PPU Nurlaila.
“Dua hari terakhir ini, wilayah PPU nihil titik panas. Kondisi ini kemungkinan karena sejumlah daerah di PPU terkena guyuran hujan dan cuaca juga mendung, sehingga lahan dan hutan menjadi basah,” ujar Nurlaila, Sabtu, (7/11/2026).

























