Sebuah replika gajah raksasa seberat 1,5 ton asal Kutai Timur, Kalimantan Timur, tiba di Kota Solo setelah menempuh perjalanan panjang. Replika tersebut diserahkan warga Kutai Timur, Muhammad Yasin Bowo, kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (11/9/2026).
Replika gajah ini memiliki ukuran tak biasa, dengan tinggi mencapai 4,10 meter, panjang 7 meter, dan lebar 3 meter. Terbuat dari kayu, bambu, serta kertas, gajah berwarna kuning emas tersebut turut dihiasi logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan tulisan “Menuju Indonesia Emas”.
Yasin mengatakan pembuatan replika gajah tersebut memakan waktu sekitar dua bulan, dimulai sebelum Agustus 2026. Total biaya yang dikeluarkan hingga replika tiba di Solo diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta.
“Pembuatan dua bulan. Sebelum Agustus (proses pembuatan). Kalau sampai sini (Solo) kurang lebih Rp80 juta,” kata Yasin usai menyerahkan replika gajah kepada Jokowi, Jumat.
Menurut Yasin, pemberian replika gajah tersebut merupakan bentuk rasa syukur dan apresiasinya kepada Jokowi, yang dinilainya telah memberi ruang dan dukungan terhadap sejumlah program keagamaan yang digagas kalangan santri. Salah satunya adalah program pembacaan Al-Qur’an secara nasional dalam rangka Hari Santri Nasional.
“Ini bentuk rasa syukur kami. Kami mengajukan program yang sudah berjalan dari 2016 setelah ditetapkan Pak Jokowi Hari Santri Nasional, kami santri bersatu mengajukan program kepada negara didampingi Pak Jokowi diadakannya pembacaan Al-Qur’an secara nasional di Hari Santri Nasional,” paparnya.
Membawa replika gajah setinggi lebih dari empat meter dari Kalimantan Timur ke Solo bukan perkara mudah. Yasin mengungkapkan, replika tersebut diangkut menggunakan mobil pickup.
Awalnya ia berencana menempuh perjalanan darat melalui jalan tol, namun ukuran dan beban muatan yang berlebih membuat rencana tersebut berubah.
Replika gajah akhirnya dibawa melalui jalur laut dan menempuh perjalanan hingga 15 hari, termasuk dua kali menyeberang menggunakan kapal.
“Bawanya pakai ini (mobil pickup). Perjalanan 15 hari sampai sini. Naik kapal dua kali,” ungkapnya.
Perjalanan menuju Solo bahkan sempat diwarnai insiden kecelakaan. Mobil yang membawa replika gajah tersebut terguling di tanjakan Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, karena kendaraan tidak kuat melewati tanjakan.
“Di tanjakan Sarangan goling (terbalik) karena tidak kuat menanjak. Mobil sama replika gajah rusak. Kita benerin di tempatnya Pak Sali Himawan,” katanya.
Yasin mengaku tidak mengetahui kondisi medan di kawasan Sarangan sebelumnya, dan hanya mengandalkan aplikasi Google Maps untuk menentukan jalur perjalanan menuju Solo.
Meski sempat mengalami kerusakan, replika gajah tersebut akhirnya berhasil diperbaiki dan melanjutkan perjalanan hingga tiba di Kota Solo dan diserahkan kepada Jokowi.
(Tony)